News  

Mangliawan Esports Juara Turnamen Esports Desa, Mendes: Contoh Anak Muda Desa Bisa Menasional

PILIHANRAKYAT.ID, Boyolali-Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyebut Turnamen Esports Desa Piala Menteri Desa dan PDT sebagai contoh konkret bahwa anak muda desa mampu menembus panggung nasional melalui olahraga digital. Pernyataan itu disampaikan Yandri saat menghadiri Grand Final Turnamen Esports Desa di Gedung Mahesa, Boyolali, Selasa, 13 Januari 2026.

Turnamen esports tingkat desa terbesar dan pertama ini mempertemukan Tim Desa Banua Rantau, Kalimantan Selatan, dengan Tim Desa Mangliawan, Jawa Timur. Dalam laga puncak yang dimulai pukul 12.35 WIB itu, Mangliawan Esports keluar sebagai juara dan berhak membawa pulang Piala Menteri Desa dan PDT.

“Turnamen Esports Desa ini insyaallah akan menjadi kalender tetap Kemendes PDT ke depan. Akan dimulai dari tingkat provinsi, lalu juaranya dipertandingkan di tingkat nasional,” kata Yandri dalam sambutannya.

Menurut Yandri, esports bukan sekadar hiburan, melainkan ruang baru bagi anak muda desa untuk berprestasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Ia menilai keberhasilan Mangliawan Esports menjadi bukti bahwa desa memiliki potensi besar di sektor industri kreatif dan olahraga digital.

Baca juga  Lewat Aklamasi, Abd Rahman Nahkodai GP Ansor Kraksaan

“Ini contoh bagi anak-anak desa di seluruh penjuru Indonesia. Dengan esports, mereka bisa menasional bahkan internasional, dan tentu bisa menghasilkan ekonomi,” ujarnya.

Yandri optimistis, dari turnamen ini akan lahir atlet-atlet esports tangguh yang kelak mampu membawa nama desa dan Indonesia di level global. Ia juga memastikan skala turnamen akan terus diperbesar pada tahun-tahun mendatang.

“Bagi yang belum juara, tahun depan hadiahnya akan lebih besar dan turnamennya lebih luas,” kata Yandri.

Ia menambahkan, turnamen esports desa merupakan bagian dari rangkaian Hari Desa Nasional yang akan digelar pada 15 Januari 2026. Acara tersebut, kata Yandri, menjadi bagian dari upaya menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam membangun Indonesia dari desa.

“Esports ini bisa menjadi pemicu pembangunan ekonomi desa dan pengentasan kemiskinan. Ini dorongan agar anak-anak muda desa menjadi atlet yang andal,” ucapnya.

Baca juga  KPU Sumenep Umumkan 270 Nama Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang Lolos Seleksi Pemilihan Umum 2024  

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pembangunan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Samsul Widodo melaporkan bahwa turnamen ini diikuti lebih dari 1.500 tim dari berbagai desa di seluruh Indonesia. Ia menyebut esports dipilih sebagai medium komunikasi pemerintah dengan generasi Z dan generasi Alpha.

“Ke depan, kami menargetkan turnamen ini menjadi agenda nasional tahunan. Bahkan, pada tahun keempat diharapkan bisa memperebutkan Piala Presiden,” kata Widodo.

Ia juga menyampaikan rencana pembentukan Akademi Esports Desa untuk melatih atlet dan komentator esports agar mampu masuk ke jaringan profesional nasional.

Sementara itu, Manajer Mangliawan Esports, Lukman Huda, mengaku bangga atas keberhasilan timnya meraih Piala Menteri Desa pada ajang perdana ini. “Ini kebanggaan besar bagi Desa Mangliawan, Kabupaten Malang. Persiapan kami singkat, tapi anak-anak berjuang maksimal,” ujarnya.

Mangliawan Esports menjadi juara pertama, disusul GCB Efflorescence dari Kalimantan Selatan di posisi kedua, dan tim dari Bangka Belitung sebagai juara ketiga yang bertanding secara daring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *