Indonesia Jajaki Kerja Sama Industri Kreatif dengan Hollywood, dari Film hingga AI

PILIHANRAKYAT.ID, Indonesia menjajaki kerja sama industri kreatif dengan sejumlah perusahaan hiburan, agensi talenta, dan komunitas teknologi di Los Angeles, Amerika Serikat. Melalui forum Indonesia–Amerika Serikat, pemerintah berupaya membuka akses bagiP talenta dan kekayaan intelektual Indonesia ke pasar hiburan internasional, termasuk ekosistem Hollywood.

Upaya tersebut dilakukan melalui The 4th Indonesia–US Digital Technology Forum: Creative Economy yang berlangsung pada 5–8 Oktober 2026. Kegiatan ini difasilitasi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles dengan melibatkan pemerintah, pelaku industri kreatif, pengusaha, dan akademisi.

Delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, Grata Endah Werdaningtyas. Sejumlah pihak yang turut terlibat antara lain Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), serta perwakilan industri film dan sektor usaha.

“Indonesia melihat Los Angeles sebagai platform yang unik untuk memperkuat kerja sama ekonomi kreatif,” kata Grata, dikutip dari rilis KJRI Los Angeles. Ia berharap hubungan tersebut membuka kesempatan bagi talenta Indonesia untuk terhubung dengan jaringan industri internasional.

Dalam kunjungan ke Balai Kota Los Angeles pada Senin, 5 Oktober 2026, delegasi Indonesia bertemu Wakil Wali Kota Los Angeles Dilpreet Sidhu. Pertemuan itu membahas pengembangan talenta di bidang film, animasi, musik, dan gim.

Direktur Eksekutif NewFilmmakers Los Angeles (NFMLA), Larry Laboe, turut menawarkan peluang kolaborasi melalui festival film independen yang digelar setiap bulan. Festival tersebut dinilai dapat menjadi ruang bagi sineas Indonesia untuk memperkenalkan karya sekaligus membangun jaringan dengan pelaku industri film internasional.

Baca juga  Artis Blak-blakan Akui Jadi Simpanan Pejabat

Los Angeles memiliki hubungan kota kembar dengan DKI Jakarta sejak 1991. Hubungan tersebut menjadi salah satu landasan untuk memperluas kerja sama di bidang ekonomi kreatif dan pengembangan talenta.

Pada hari yang sama, delegasi Indonesia mengunjungi kantor Warner Bros. Discovery (WBD) di Burbank. Mereka bertemu sejumlah pimpinan perusahaan, termasuk Senior Vice President Jay Roewe dan Vice President Michael Walbrecht.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menawarkan peluang kerja sama melalui pemanfaatan lokasi syuting di Tanah Air dan produksi film bersama. Kerja sama itu diharapkan dapat mempertemukan potensi Indonesia sebagai lokasi produksi dengan jaringan industri hiburan global.

Penjajakan berlanjut pada Selasa, 6 Oktober 2026, melalui pertemuan dengan Hollywood Chamber of Commerce (HCC). Delegasi diterima Presiden sekaligus CEO HCC, Ron Frierson, bersama sejumlah pengurus organisasi tersebut.

Pembahasan mencakup pengembangan talenta, produksi bersama, hingga peluang penyusunan nota kesepahaman untuk kerja sama industri kreatif. “Indonesia dan Hollywood sama-sama memiliki semangat kreativitas dan kewirausahaan yang luar biasa,” ujar Frierson.

Ia berharap hubungan kedua pihak berkembang menjadi kemitraan di bidang hiburan, pariwisata, dan bisnis. HCC merupakan organisasi bisnis yang berdiri pada 1921 dengan lebih dari 600 anggota dari sektor film, televisi, musik, media, dan teknologi kreatif. Organisasi itu juga mengelola hak kekayaan intelektual Hollywood Sign dan Hollywood Walk of Fame.

Selain perusahaan hiburan, delegasi Indonesia menjajaki peluang kerja sama dengan William Morris Endeavor (WME), perusahaan manajemen talenta yang bergerak di industri kreatif, olahraga, dan penyelenggaraan konser internasional.

Baca juga  Viral! Video Chika 20 Juta Durasi 3 Menit, Ini Link Videonya

Peluang pengembangan industri kreatif berbasis teknologi juga menjadi agenda kunjungan. Delegasi bertemu komunitas kecerdasan buatan AI LA dan mengunjungi Departemen Ilmu Komputer University of Southern California (USC) untuk menjajaki potensi kolaborasi di bidang teknologi.

Rangkaian kegiatan tersebut juga mencakup pertemuan dengan diaspora kreatif Indonesia yang berkarier di Los Angeles dan sekitarnya. Mereka antara lain Ken Zhang, pemilik sekaligus produser Sun & Moon Films, serta Adam Berg, produser musik yang pernah masuk nominasi Grammy dan pemilik Unity Studios di Santa Monica.

Delegasi juga bertemu penyanyi Indonesia Agnez Mo, yang semakin dikenal melalui perannya sebagai Lila Roth dalam serial Reacher musim keempat. Agnez juga memiliki memorabilia di Hard Rock Cafe Hollywood.

Para diaspora berbagi pengalaman membangun karier di industri hiburan Amerika Serikat sekaligus mendorong kolaborasi antartalenta Indonesia. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelaku industri kreatif Tanah Air yang ingin memperluas kiprah di pasar internasional.

Pada Rabu malam, 7 Oktober 2026, KJRI Los Angeles menggelar pertemuan diaspora kreatif untuk memperluas jejaring dan membuka peluang kolaborasi. Pengusaha Indonesia di Los Angeles, Dadan Pahlawan Irawan, mengapresiasi upaya KJRI dalam menghubungkan pelaku industri kreatif Indonesia dengan jaringan Hollywood.

Menurut Dadan, hubungan dengan perusahaan hiburan, kamar dagang, dan agensi talenta dapat memperbesar peluang industri kreatif Indonesia memasuki pasar internasional. Penjajakan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi berlanjut menjadi kerja sama konkret yang memperluas akses pasar, pengembangan talenta, dan pemanfaatan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *