Kebakaran TNBTS Capai 520 Hektare, Tiga Helikopter Dikerahkan

PILIHANRAKYAT.ID, Jatim-Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang memperkirakan luas lahan yang terbakar mencapai 520 hektare.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengatakan api kini merambah wilayah Kabupaten Probolinggo dan kawasan Penanjakan, Kabupaten Pasuruan.

Menurut Sadono, kebakaran bermula dari kawasan Bukit Jantur/Bantengan. Api pertama kali terdeteksi pada 3 Agustus 2026 di wilayah Probolinggo. Dua hari kemudian, api merambat ke wilayah Malang akibat embusan angin.

“Prakiraan luas lahan yang terbakar saat ini total sekitar 520 hektare dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar,” kata Sadono, Senin, 10 Agustus 2026.

Perluasan kebakaran membuat pemadaman difokuskan pada titik-titik api aktif yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Api kini bergerak ke arah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan.

Baca juga  Biodiesel B50 Disiapkan, Pemerintah Klaim Dorong Energi Bersih dan Ketahanan Nasional

“Wilayah terdampak kebakaran hutan saat ini meluas ke arah wilayah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan,” ujar Sadono.

Untuk memadamkan api dari udara, tiga helikopter milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dikerahkan secara bergantian pada Ahad, 9 Agustus 2026. Operasi water bombing dilakukan sebanyak 42 rit dalam tujuh sortie dengan total 108 ribu liter air.

“Operasi water bombing dilaksanakan dengan tiga unit heli dari BNPB diatur bergantian mengikuti SOP penerbangan, dengan total 42 rit, 7 sortie atau 108.000 liter,” kata Sadono.

Total air yang dijatuhkan melalui operasi udara hingga Ahad mencapai 144.800 liter. Selain pemadaman dari udara, tim darat membuat sekat bakar dan membasahi bara untuk mencegah api kembali menjalar.

Kondisi di wilayah Kabupaten Malang relatif aman. Sadono mengatakan tidak lagi ditemukan bara api di area batas wilayah Malang. Namun, bara masih menyala di sejumlah titik di Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan.

Baca juga  Kemendagri membuka Turnamen Tenis Lapangan Seman Widjojo

“Area batas wilayah Kabupaten Malang aman, sudah tidak ada bara api,” ujarnya.

Asap masih terlihat di kawasan Pusung Ledok Bedor. Tim darat tetap disiagakan untuk memantau, memetakan, dan mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Sementara itu, Balai Besar TNBTS menutup seluruh akses wisata menuju Gunung Bromo sejak Sabtu, 8 Agustus 2026, pukul 22.00 WIB. Penutupan dilakukan melalui jalur Cemorolawang, Wonokitri, Jemplang, Coban Trisula, dan Senduro hingga batas waktu yang akan ditentukan.

Pada Senin, 10 Agustus 2026, dua helikopter BNPB kembali dikerahkan untuk melakukan water bombing. Tim darat juga melakukan pemetaan titik api sebagai dasar menentukan langkah penanganan kebakaran selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *