PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi bullying disertai kekerasan di lingkungan sekolah di Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, beredar luas di media sosial dan memicu kemarahan publik. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Dimas Fazero dan telah ditonton lebih dari 4.500 kali sejak pertama kali dibagikan.
Dalam keterangan unggahannya, Dimas Fazero menulis: “Tolong diviralkan, ada penganiayaan terjadi di Kabupaten Probolinggo Kecamatan Gading Kaliacar.” Rekaman itu menunjukkan seorang anak mendapat serangan fisik dari rekan sebayanya, sementara seorang lainnya berdiri di dekat lokasi tanpa berupaya mencegah.
Viralnya video tersebut segera sampai ke telinga Dewi Azizah, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari Fraksi PKB yang membidangi daerah pemilihan setempat. Ia menyampaikan kecaman keras atas tindakan kekerasan di lingkungan pendidikan itu.
“Saya mengecam keras tindakan bullying yang terjadi di sekolah ini. Tidak ada alasan yang dapat membenarkan kekerasan terhadap anak,” ujarnya.
Dewi menegaskan, sekolah memiliki tanggung jawab penuh untuk menciptakan lingkungan yang aman bagi siswa. Menurutnya, peran orang tua juga penting dalam memperkuat pengawasan serta pendidikan karakter di rumah.
Ia mendesak pihak sekolah untuk menangani kasus tersebut secara cepat dan transparan, termasuk memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis yang layak. “Kepada aparat terkait, saya menyerukan agar mengambil langkah sesuai kewenangan, memberikan perlindungan, melakukan pendalaman jika diperlukan, dan memastikan setiap proses hukum berjalan adil serta berpihak pada keselamatan anak,” ucapnya.
Dewi menambahkan, kejadian seperti itu tidak boleh terulang. “Sekolah harus menjadi ruang aman, bukan tempat munculnya ketakutan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah maupun pihak kepolisian terkait tindak lanjut atas insiden yang ramai diperbincangkan tersebut. Namun publik mendesak agar kasus ini ditangani dengan serius demi mencegah budaya kekerasan berkembang di lingkungan pendidikan.




