Daerah  

Kemenag dan FKDT Probolinggo Sosialisasikan Pemutakhiran EMIS dan Perbup Insentif Guru Ngaji

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Kementerian Agama Kabupaten Probolinggo bersama Dewan Pimpinan Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Probolinggo menyosialisasikan pemutakhiran data Education Management Information System (EMIS) serta Peraturan Bupati tentang insentif guru ngaji dan Madrasah Diniyah (Madin).

Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Hayatul Islam Sunan Drajad, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, Rabu, 26 Agustus 2026. Pesertanya terdiri atas pengelola madin dan ustaz-ustazah di wilayah tersebut.

Sosialisasi menghadirkan Operator PD Pontren Kemenag Kabupaten Probolinggo Ustadz Sholehuddin, Ketua DPC FKDT Kabupaten Probolinggo Gus H. Ahmad Ubaidillah, dan perwakilan DPAC FKDT Kecamatan Krucil Ustadz Khoirul Fathoni.

Sholehuddin menekankan pentingnya ketepatan data dalam EMIS. Menurut dia, data yang rapi dan valid menjadi salah satu dasar agar program bantuan dan kebijakan pemerintah dapat diberikan kepada penerima yang sesuai.

Baca juga  Tidak Menunggu Pelantikan, Panji Bangsa Hadir dan Beri Santunan Anak Yatim di Harlah Pon. Pes Mirqotul Ulum

“Validitas data menjadi kunci utama agar program bantuan dan kebijakan pemerintah dapat tersalurkan tepat sasaran,” ujar Sholehuddin dalam paparannya.

Khoirul Fathoni mengapresiasi sinergi antara lembaga pendidikan keagamaan dan pemerintah. Ia berharap hasil sosialisasi tidak berhenti pada pemahaman peserta, tetapi diterapkan dalam pengelolaan data madin dan guru ngaji di tingkat kecamatan.

Ketua DPC FKDT Kabupaten Probolinggo Gus H. Ahmad Ubaidillah mengatakan pemutakhiran EMIS memiliki kaitan dengan upaya memperjuangkan kesejahteraan tenaga pendidik keagamaan. Karena itu, ia meminta pengelola lembaga tidak menganggap pembaruan data sebagai sekadar kewajiban administratif.

“Pemutakhiran data EMIS ini bukan sekadar urusan administratif formalitas, melainkan fondasi penting bagi kepastian hak-hak para guru ngaji dan pengajar madrasah diniyah,” kata Ubaidillah.

Baca juga  BPBD Probolinggo Salurkan 5.000 Liter Air Bersih ke Warga Terdampak Kekeringan di Tongas

Ia mengatakan pemahaman terhadap Perbup mengenai insentif juga diperlukan agar para guru ngaji dan pengajar madin mengetahui regulasi serta mekanisme penyaluran insentif.

Ubaidillah berharap perhatian pemerintah terhadap pendidikan keagamaan terus diperkuat, termasuk bagi para pengajar yang berada di wilayah pelosok Kabupaten Probolinggo.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Kabupaten Probolinggo dan Kemenag. Harapan kami, sinergi ini terus diperkuat agar kesejahteraan para pejuang pendidikan keagamaan di pelosok desa, khususnya di Kecamatan Krucil, semakin terjamin dan berjalan transparan,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, para pengelola madin dan guru ngaji diharapkan segera melengkapi serta memperbarui data kelembagaan. Data yang akurat diharapkan menjadi pijakan dalam pelaksanaan program insentif dan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan keagamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *