KKI 2018 Gelar Wayang Kulit, Mendikbud: Waktu Kecil Saya Nonton Wayang


PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy bercerita, sewaktu kecil ia sering menghabiskan waktu dengan menonton pergelaran wayang semalam suntuk.

“Waktu kecil saya nonton wayang sampai selesai untuk mendapatkan cerita hebat. Karena kalau ke sekolah harus berbagi cerita. Kalau ceritanya kalah dari teman, maka kita kalah hebat,” tutur Mendikbud .

Hal tersebtu ia ceritakan usai memberikan sebuah wayang kulit secara simbolies kepada Ki Anom Suroto, menandai dimulai pergelaran Wayang Kulit di hari keempat Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) 2018 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Sabtu (8/12/2018) malam lalu.

Mendikbud pun mengucapkan selamat menonton kepada masyarakat dan peserta KKI 2018 yang begitu antusias untuk menonton pagelaran Wayang Kulit yang didalangi Ki Anom Suroto itu. Ia berharap semoga para penonton bisa menarik berbagai macam pasemon (nasihat/petuah) yang tersembunyi di dalam lakon Bima Sakti dalam pergelaran Wayang Kulit oleh Ki Anom Suroto.

Dalam sambutannya, Mendikbud juga mengapresiasi kontribusi dan partisipasi semua pihak, baik panitia, peserta, maupun pegiat pendidikan dalam penyelenggaraan KKI 2018.
“Terima kasih kepada pihak yang selama ini telah bekerja keras mewujudkan acara ini, acara puncak. Karena sejak merdeka, baru kali ini Kongres Kebudayaan Indonesia diselenggarakan dengan format seperti sekarang ini. Saya ingin berterima kasih kepada mereka yang bekerja keras, khususnya Dirjen Kebudayaan Pak Hilmar Farid,” ujarnya.

Baca juga  Wira Ananta Rudira: Doa Bangsa Indonesia Untuk KRI Nanggala-402

Ia mengatakan, Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 diselenggarakan dengan menggelar berbagai acara dan ekspresi budaya, antara lain proses kerja mural, pertunjukan musik, pemutaran film, debat publik, dan pergelaran qasidah. “Semuanya menyemai inspirasi dalam diri kita untuk terlibat aktif dalam memajukan kebudayaan bangsa,” tuturnya.

Mendikbud menambahkan, di hari terakhir KKI 2018, yakni pada Minggu, 9 Desember 2018, akan dilaksanakan Pawai Budaya di pagi hari. Lalu para peserta KKI 2018 akan duduk bersama untuk bersidang menetapkan strategi kebudayaan Indonesia untuk 20 tahun mendatang. Penyelenggaraan KKI 2018 merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

Baca juga  Soal Kinerja Ombudsman, Mahfud Md Merasa Sedih Soal itu

“Saya mohon dukungan agar dapat menetapkan budaya kita sebagai landasan pembangunan nasional kita. Kita tahu dengan strategi kebudayaan yang kita rencanakan, kita akan bergerak maju seiring majunya kebudayaan,” kata Mendikbud.

Salah satu kebijakan baru yang akan diterapkan pada tahun 2019 dalam upaya pemajuan kebudayaan adalah penganggaran dana alokasi khusus (DAK) untuk pemajuan kebudayaan. Mulai tahun 2018, setiap pemerintah daerah, baik provinsi, kota, maupun kabupaten akan memiliki DAK untuk pemajuan kebudayaan di daerahnya.

“Sekarang (anggarannya) setengah trilyun (rupiah). Semoga tahun berikutnya bisa berlipat. Ini menunjukkan pemerintah tidak main-main dalam menjadikan kebudayaan sebagai arus utama dalam kehidupan kita terutama sebagai landasan pembangunan nasional,” tegas Mendikbud.

Malam itu, halaman Kantor Kemendikbud ramai dipadati ribuan orang yang ingin menghabiskan malam Minggunya dengan hiburan budaya tersebut. Suasana Kantor Kemendikbud pun berubah drastis, layaknya pasar rakyat, para pedagang diperbolehkan menggelar dagangannya, dan bersama-sama mereka menikmati pergelaran Wayang Kulit dengan lakon Bima Sakti. (Red/DM/Kemendikbud)

Editor: Didik Hariyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *