PILIHANRAKYAT.ID, Klaten-Pemerintah Kabupaten Klaten memperketat koordinasi lintas sektor untuk menekan angka kemiskinan pada 2026. Lewat rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) yang digelar akhir November lalu, Pemkab menegaskan strategi baru: memperkuat integrasi program dari tingkat kabupaten hingga desa, memetakan desa prioritas, dan memperbaiki basis data warga miskin.
Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto mengatakan skema kolaboratif itu menjadi kunci agar tren penurunan kemiskinan tetap terjaga. “Kuncinya sinergi. Program harus benar-benar terhubung sejak dari kabupaten, kecamatan, hingga desa,” ujar Benny, seperti dikutip dari laman resmi Pemprov Jawa Tengah.
Capaian 2025 Jadi Modal Awal
Pada 2025, Klaten mencatat persentase penduduk miskin berada di angka 11 persen, level terendah setelah pandemi. Namun pemerintah daerah menilai capaian itu belum cukup. Tantangan terbesar justru berada pada pemerataan penurunan kemiskinan di desa-desa kantong kemiskinan.
Untuk itu, Pemkab menetapkan 81 desa prioritas sebagai lokus percepatan penanganan kemiskinan. Melalui penetapan ini, setiap program yang disusun perangkat daerah diwajibkan menyesuaikan kebutuhan lapangan yang telah dipetakan oleh TKPK.
Data Diperbarui Setiap Tiga Bulan
Langkah lain yang ditempuh adalah pembaruan data kemiskinan secara periodik tiap tiga bulan. Pemkab menilai data yang akurat menjadi fondasi agar intervensi tidak salah sasaran. “Tanpa data yang mutakhir, program yang baik pun bisa meleset,” ujar Benny.
Selain program bantuan sosial, pemerintah juga menyiapkan skema peningkatan produktivitas masyarakat: penguatan usaha mikro, dukungan sektor pertanian, serta perluasan akses layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.
Target 2026: Mengurangi ‘Kantong-kantong Kemiskinan
Pemkab optimistis melalui sinergi lintas sektor, kantong-kantong kemiskinan dapat ditekan lebih dalam pada 2026. Strategi ini diharapkan tak hanya menurunkan persentase penduduk miskin, tetapi juga mempersempit ketimpangan antarwilayah.
“Kami ingin penanganan kemiskinan ini terasa merata. Bukan hanya angka yang turun, tapi kualitas hidup masyarakat di desa-desa juga ikut terangkat,” kata Benny.




