PILIHANRAKYAT.ID, Nganjuk-Jembatan penghubung di Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, putus pada Minggu sore, 30 November 2025. Struktur sepanjang sekitar 60 meter itu ambruk setelah tiang penyangga yang berada di aliran Sungai Widas tak lagi mampu menahan arus. Ambruknya jembatan membuat akses warga menuju pusat kota terputus total.
Sehari setelah kejadian, warga terlihat harus memilih jalur alternatif yang memaksa mereka memutar hingga 5 kilometer. Jalur ini menambah waktu tempuh harian, terutama bagi pekerja, pedagang, serta siswa yang setiap hari melintas menuju pusat Kecamatan Nganjuk.
“Kami biasanya hanya 10 menit ke kota. Setelah jembatan putus, bisa sampai 30 menit lebih,” kata Siti Nurmayani, warga setempat, Senin pagi.
Jembatan Kedungdowo bukan pertama kali mengalami kerusakan. Berdasarkan catatan pemerintah desa, struktur yang dibangun pada 2009–2010 itu pernah rusak pada 2013 dan hanya mendapat perbaikan sebagian pada 2015. Pemeriksaan teknis terakhir pada 2024 menemukan enam dari delapan tiang penyangga jembatan telah mengalami kerusakan serius.
Pemerintah Kabupaten Nganjuk langsung meninjau lokasi sehari setelah jembatan ambruk. Bupati mengatakan pihaknya tengah mengkaji dua opsi: memperbaiki struktur jembatan secara total atau membangun jembatan baru yang lebih kokoh. Namun belum ada kepastian kapan pekerjaan akan dimulai.
“Ini akses vital. Kami prioritaskan,” ujar seorang pejabat dari Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk.
Meski putusnya jembatan sempat membuat dua pengendara motor terjatuh ke sungai, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Arus lalu lintas dialihkan sepenuhnya sejak malam kejadian.
Bagi warga Kedungdowo, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah jalur ekonomi: penghubung utama untuk mengangkut hasil pertanian, masuk ke pasar kota, atau sekadar perjalanan harian menuju kantor dan sekolah. Tanpa jembatan itu, desa seperti kembali terisolasi.
“Kami berharap pembangunan tidak lama-lama. Jangan sampai ini jadi janji kosong lagi,” kata Arif, pedagang sayur yang kini harus berangkat lebih pagi untuk mengejar pasar.




