PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Aplikasi pinjaman daring Kredit Pintar kembali menarik perhatian setelah laporan berbagai lembaga ulasan menyebutkan peningkatan penggunaan sepanjang 2025. Di tengah ketatnya regulasi fintech, aplikasi ini menegaskan posisinya sebagai layanan pendanaan yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dalam laporan Kumparan, Kredit Pintar tercatat memiliki izin resmi dan terdaftar sebagai anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI). Status ini membuat perusahaan wajib mematuhi standar perlindungan data serta etika penagihan yang ditetapkan regulator.
Dari sisi layanan, sejumlah situs ulasan seperti Tipkerja, CekTerpercaya, hingga RajaKomen menyebut Kredit Pintar sebagai salah satu aplikasi dengan proses pengajuan paling cepat. Pengguna cukup mengunggah KTP dan data pribadi tanpa syarat agunan. Pencairan dana diklaim dapat berlangsung hanya dalam hitungan menit setelah verifikasi.
Fitur tenor dan limit yang fleksibel juga menjadi daya tarik. Tuwaga.id mencatat limit awal berkisar Rp600 ribu hingga Rp20 juta, yang bisa meningkat seiring riwayat pembayaran. Tenor bervariasi dari beberapa bulan hingga satu tahun. Antarmuka aplikasi yang ringkas dan mudah dioperasikan turut disebut sebagai keunggulan oleh Mocipay.
Namun, bunga dan biaya layanan masih menjadi catatan. Berdasarkan ulasan SuaraKonsumen, suku bunga Kredit Pintar berada di kisaran 1,7–6,1 persen per bulan, dengan biaya layanan tambahan yang dipotong di awal pencairan. Meski lebih rendah dibanding pinjaman ilegal, tingkat bunga ini tetap dianggap tinggi bila dibandingkan kredit perbankan.
Sejumlah ulasan juga mengingatkan risiko penyalahgunaan data oleh pihak tidak bertanggung jawab, terutama akun palsu yang meniru identitas Kredit Pintar. Teknologi.id menyarankan pengguna mengunduh aplikasi dari toko resmi untuk menghindari penipuan.
Di tengah derasnya layanan pinjol di pasar, para pengulas menegaskan pentingnya kehati-hatian. Kredit Pintar dinilai cocok bagi kebutuhan mendesak berjangka pendek, namun tidak direkomendasikan untuk pembiayaan jangka panjang. Disiplin membayar menjadi kunci agar biaya tidak membengkak dan skor kredit tetap terjaga.




