PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Kementerian Dalam Negeri memberi apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur atas upaya agresif menekan angka anak putus sekolah. Pujian itu disampaikan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah setelah menilai efektivitas sejumlah program pendidikan yang dijalankan Pemprov Jatim.
Salah satu intervensi yang mendapat sorotan positif ialah penyaluran bantuan biaya pendidikan sebesar Rp48,077 miliar untuk 48.077 siswa SMA, SMK, dan SLB dari keluarga kurang mampu. Program ini disebut menjadi salah satu cara paling menentukan dalam mengatasi hambatan ekonomi yang selama ini menjadi faktor utama anak berhenti sekolah.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut langkah tersebut sebagai “investasi jangka panjang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia.” Ia menyatakan bantuan itu difokuskan pada wilayah dengan tingkat kerentanan paling tinggi, terutama daerah terpencil dan kantong kemiskinan.
Kemendagri menilai Jatim berhasil menunjukkan model kolaborasi yang efektif antara pemerintah pusat, daerah, sekolah, dan masyarakat. Pendekatan ini dianggap bisa menjadi rujukan nasional untuk menurunkan angka putus sekolah secara sistematis. “Komitmen Pemprov Jatim patut dicontoh karena menyasar langsung akar persoalan,” kata perwakilan Ditjen Bina Bangda.
Dengan program tersebut, Pemprov Jatim berharap angka partisipasi sekolah meningkat dan target wajib belajar 12 tahun dapat tercapai lebih cepat. Pemerintah pusat memastikan akan terus mendampingi dan memperluas praktik baik ini di provinsi lain.




