Daerah  

Petani Balsa Krucil Resah, Pohon Mengering Mendadak

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo – Petani pohon balsa di Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, dilanda kecemasan. Sejumlah tanaman yang sebelumnya tumbuh normal dilaporkan mengering secara tiba-tiba dalam beberapa pekan terakhir. Daun menguning, batang melemah, lalu pohon mati sebelum memasuki usia panen.

Balsa (Ochroma pyramidale) selama ini menjadi komoditas alternatif yang menjanjikan bagi petani di wilayah lereng Argopuro. Pertumbuhannya yang cepat dan nilai jual kayunya yang cukup tinggi membuat banyak warga Krucil menanamnya dalam beberapa tahun terakhir. Kini, harapan itu dibayangi kekhawatiran.

Salah satu petani, Agus Sugiono, mengaku puluhan pohon di lahannya mulai menunjukkan gejala serupa dalam waktu berdekatan. “Awalnya hanya satu dua pohon yang layu. Kami kira karena kurang pupuk atau faktor cuaca. Tapi tidak lama kemudian makin banyak yang kering,” ujarnya, Selasa, 17 Februari 2026.

Baca juga  DPC K-Sarbumusi Probolinggo Kecam Upah Murah PT Klaseman: “Ini Bentuk Perbudakan Modern”

Menurut Agus, sebagian tanaman yang terdampak berusia antara satu hingga dua tahun, masa yang seharusnya menjadi fase pertumbuhan optimal. Ia khawatir kondisi tersebut akan berdampak langsung pada pendapatan keluarganya.

“Kalau sampai banyak yang mati, kami bisa gagal panen. Modal untuk bibit dan perawatan sudah keluar cukup besar,” kata dia.

Keluhan serupa juga disampaikan petani lain di Krucil. Mereka menyebut pengeringan terjadi tanpa tanda-tanda yang jelas. Dalam hitungan hari, pohon yang tampak sehat mendadak layu dan tidak bisa diselamatkan.

Baca juga  Air Bersih Mengalir ke Tengger: Kolaborasi Dua Kementerian Buka Harapan Baru

Sementara itu, hingga berita ini ditulis, pihak dinas terkait di Kabupaten Probolinggo belum dapat memberikan keterangan resmi mengenai penyebab maupun langkah penanganan atas kondisi tersebut.

Para petani berharap ada perhatian dan pendampingan agar komoditas balsa yang menjadi tumpuan ekonomi baru di wilayah pegunungan Probolinggo tidak mengalami kerugian lebih besar akibat persoalan yang belum terjawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *