PILIHANRAKYAT. ID, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (3/6), untuk membahas tren peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 2,5 jam, Menkes melaporkan bahwa meskipun terdapat kenaikan kasus, varian yang beredar saat ini, yaitu subvarian Omicron JN.1, relatif tidak mematikan.
“Kenaikan ini adalah varian-varian yang relatif tidak mematikan. Jadi, enggak usah terlalu dikhawatirkan supaya masyarakat tidak panik,” ujar Budi Gunadi Sadikin usai pertemuan.
Data Kementerian Kesehatan mencatat tujuh kasus positif COVID-19 pada pekan ke-22 tahun ini (25–31 Mei), dengan total 72 kasus terkonfirmasi sejak awal 2025. Positivity rate tercatat sebesar 2,05%, dengan sebaran kasus terbanyak di Banten, Jakarta, dan Jawa Timur.
Presiden Prabowo juga menerima laporan mengenai program “quick win” Kemenkes, termasuk percepatan pembangunan 66 rumah sakit dalam dua tahun ke depan.
Sebagai langkah antisipasi, Kemenkes telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor SR.03.01/C/1422/2025 tentang Kewaspadaan Terhadap Peningkatan Kasus COVID-19, yang mengimbau fasilitas kesehatan untuk meningkatkan kewaspadaan dan pemantauan terhadap tren kasus.




