Rindu Rendra Dalam Puisi

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jakartab-ANTOLOGI Puisi untuk Rendra: “Rindu Rendra” dalam rangkaian acara Rindu Rendra: Satu Dekade Mengenang Rendra – Megatruh ini ditulis, tidak hanya oleh para penyair tetapi juga oleh para penggemarnya, dan orang-orang yang pernah mengenalnya.

Melalui antologi ini kita akan melihat aneka ragam daya ungkap yang bermuara pada kerinduan akan Rendra, yang dikenal luas sebagai penyair, dramawan, sastrawan, dan budayawan.

Penulis yang puisi terhimpun dalam antologi ini, pada umumnya pernah mengenal Rendra, atau setidak-tidaknya pernah membaca karya-karyanya atau menyaksikan kehebatannya dalam membaca puisi. Seperti puisi karya Harry Hariawandi bawah ini:

Taman Ismail Marzuki 1978

Kau belum selesai membaca sajak ketika bom amoniak dilempar ke panggung.

Kau tetap bertahan sambil terus membaca kertas demi kertas  

itu,

walau bau menusuk hidung,

dan menggoda iman untuk meninggalkan pentas.

Namun kau tetap di sana,

seolah menantang rezim militeristik

yang kelak baru turun sekitar 20 tahun kemudian.

Ditumbangkan anak anak muda dan mahasiswa,

yang terbakar semangatnya membaca sajak sajakmu.

Untuk sang burung merak,

Baca juga  Puisi WS Rendra - Stanza

8.8.2016/ 11.26am

Puisi tersebut mengungkapkan tentang seseorang yang tidak bertanggung jawab melemparkan bom Molotov saat Rendra membacakan puisi-puisi pamfletnya di Teater Terbuka- Taman Ismail Marzuki, di tahun 1978.

Ada juga puisi yang ditulis oleh murid-muridnya. Seperti puisi yang ditulis oleh Anton Daryanto Bendet berikut ini:

                MENGINGAT GURU·

Untuk: Rendra


Mengingat sang guru
Belajar untuk tahu
Atau malah takut karena tabu
Mengingat sang guru
Belajar untuk meniru
Atau memperkembangkan hal baru
Mengingat sang guru
Belajar tangkas dalam berburu
Atau tetap tergopoh-gopoh dan terburu-buru
Mengingat sang guru
Belajar apa itu kalbu
Belajar apa itu batu
Dan jangan bersekutu dengan apa namanya hantu

Baca juga  Fourtina (Sajak-Sajak Tan Hamzah)


Jakarta, 8 Nov 2017     

Rendra adalah seniman yang sangat terkenal di Indonesia, Baik sebagai sastrawan, maupun sebagai dramawan.

Bakat sastranya sudah terlihat sejak ia duduk di bangku SMP. Saat itu ia sudah menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi, cerpen dan drama. Orang-orang di Tikungan Jalan adalah drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta. Pada saat itu ia sudah duduk di SMA.

Baca juga  Sastra Dunia Ketiga

Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, di antaranya Bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Jepang, dan India.

Rendra juga aktif mengikuti festival-festival di luar negeri, di antaranya The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979), The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi (1985), Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985), The First New York Festival of the Arts (1988), Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989), World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan Tokyo Festival (1995).

Tahun 1967, sepulang dari Amerika Serikat, ia mendirikan Bengkel Teater yang populer di Indonesia dan memberi suasana baru dalam kehidupan teater di tanah air.

Di harapkan antologi puisi yang beraneka raga mini dapat di apresiasi oleh masyarakat yang mempunyai kerinduan yang sama pada Rendra.

Sebagai penutup, saya turunkan salah satu ungkapan Rendra yang sangat terkenal:

Kesadaran adalah matahari

Kesabaran adalah bumi

Keberanian menjadi cakrawala

Dan perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata

(W.S. Rendra)

Inisiator dan Penyusun Antologi Puisi untuk Rendra: “Rindu Rendra”

Baca juga  Kepongahan Orang Sekitar Jokowi Membuat Papua Bergejolak

Jose Rizal Manua

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Bocil Top Up Voucher Game Online 800 RB; KPAI Serukan Lindungi Anak Dari Pengaruh Game Online

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Di media sosial (medsos) viral video diduga orang tua sedang memarahi kasir minimarket Indomaret karena anaknya...

Serangan Hamas Tewaskan 2 Warga Israel; PM Israel Murka

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Saling serang antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza kian intens. Gempuran roket yang ditembakkan Hamas...

Kaukus Muda PPP: Penyerangan di Masjid Al Aqsha adalah Bentuk Kekejaman Negara Apartheid Israel

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Wakil Koordinator Nasional Kaukus Muda PPP Aas Subarkah mengutuk keras aksi pengusiran paksa warga Palestina di...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...