Sandi mengajak API Bahas Perpindahan Ibu Kota

Sandiaga di Masjid Raya Al-Ittihaad, Tebet (Jefrie Nandy/detikcom)

Rencana pemindahan Ibu Kota  ke Kalimantan sudah lama diumumkan oleh Jokowi sebagai Presiden dan sebagai presiden terpilih di pilpres 2019. Rencana pemindahan Ibu kota ke Kalimantan mendapat respon pro-kontra dari masyarakat, lebih-lebih elit politik bangsa ini.

Eks cawapres Sandiaga Uno, saat menghadiri forum Alumni Perguruan Tinggi Indonesia (API)

“Peran intelektual ini yang harus kita galakkan untuk jaga arah pembangunan, menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara. Misalnya pemindahan ibu kota, setuju nggak? Kenapa nggak setuju? Harus dikasih tahu kenapa nggak setuju, tulis,” kata Sandi di Masjid Raya Al-Ittihaad, Jl Tebet Mas Indah I, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019)

Baca juga  KPK Dan Presiden Sama-sama Menuntas Korupsi Di Indonesia

Sandi yang yang gagal dalam pertarungan pesta  Demokrasi tetap komitmen pada posisinya sebagai  oposisi  pemerintah. Dia mengajak forum API  untuk menganalisis rencana presiden memindahkan Ibu Kota. Agar sebagai oposisi tidak hanya asal bunyi dan menolaknya.

“Tulis, kenapa API, Alumni Perguruan Tinggi Indonesia, menolak pindahnya ibu kota. Step-nya satu per satu. Apakah ini prioritas, urgen nggak? Ibu-ibu mau pindah? Berarti ini yang harus kita rumuskan tapi harus smart karena oposisi itu juga harus smart, nggak cuma asal bunyi. Kenapa kita nggak setuju, kasih (alasannya) dan apakah perlu referendum nasional, ditanya setiap warga negara mau apa nggak pindah ibu kotanya, perlu nggak? Ibu-ibu, Bapak-bapak akan vote nggak kalau ditanya perlu atau tidak pindah ibu kota?” sandi.

Baca juga  BREAKING NEWS: Ini Alasan Gibran Masuk Dunia Politik

Bagi sandi, pemindahan Ibu Kota harus mendapat  persetujuan setiap warganegara, dan sebagai warga negara tidak boleh asa bunyi tanpa menganalisis semuanya

“Tentunya semua harus diajak bicara, kita harus hati-hati. Saya sampaikan sekarang, kita nggak boleh langsung bilang menolak, tapi kita pelajari dulu kita hati-hati setelah itu kita berikan masukan sebagai oposisi yang bersahabat. Setuju?” kata Sandi.

“Saya titipkan API mungkin dalam satu minggu buat analisanya. Berikan masukan nanti kita bicara juga sama Pak Bambang Brodjonegoro, kawan saya yang ada di Kementerian Bappenas sekarang. Jadi itu yang menjadi pemikiran saya,” imbuhnya. (Cipto/PR.ID)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *