PILIHANRAKYAT. ID, Probolinggo–Warga Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, saat ini tengah mengalami krisis air bersih yang semakin parah. Padahal, wilayah ini dekat dengan Sungai Ronggojalu yang dikenal memiliki potensi sumber air cukup besar. Namun, pemanfaatan sungai tersebut dinilai belum maksimal oleh berbagai pihak.
Sorotan keras diarahkan kepada dinas terkait, terutama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yang dinilai belum mampu mengelola potensi tersebut untuk kebutuhan masyarakat.
Komisi II DPRD Kabupaten Probolinggo, melalui anggotanya Mu’ad dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menegaskan bahwa lemahnya pengelolaan inilah yang menyebabkan warga terus menderita kekurangan air.
“Ini bukan masalah baru. Sudah bertahun-tahun warga Tegalsiwalan menghadapi krisis air, tapi dinas terkait belum menunjukkan langkah nyata yang efektif,” tegas Mu’ad, Senin (27/5).
Ia menambahkan, seharusnya sudah ada kajian teknis dan upaya konkret dari instansi teknis untuk memaksimalkan potensi Sungai Ronggojalu.
Distribusi air yang tidak merata serta kurangnya infrastruktur pendukung disebut sebagai masalah utama. Mu’ad menilai pemerintah daerah harus segera menyusun ulang sistem distribusi air agar menjangkau daerah-daerah terdampak.
Warga pun mengeluhkan harus membeli air bersih dengan harga tinggi atau mengandalkan sumur yang kini mulai mengering. Kondisi ini menunjukkan belum adanya solusi permanen dari dinas-dinas terkait.
Komisi II DPRD mendesak agar Dinas PUPR, PDAM, dan instansi lain segera melakukan koordinasi dan tindakan nyata di lapangan.
“Kita tidak kekurangan sumber daya alam, tapi pengelolaannya yang belum maksimal. Masyarakat jangan terus menjadi korban dari buruknya tata kelola,” pungkasnya.




