PILIHANRAKYAT.ID, Sidoarjo-Suasana khusyuk salat Ashar di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, mendadak berubah mencekam pada Senin sore, 29 September 2025. Lantai dua musala berlantai tiga roboh seketika. Sejumlah santri yang sedang beribadah tertimbun reruntuhan.
Korban Bertambah
Hingga Selasa, 30 September 2025, pemerintah daerah dan rumah sakit melaporkan 1 santri meninggal dunia dan lebih dari 80 lainnya luka-luka. Korban luka dirawat di RSUD R.T. Notopuro, RS Delta Surya, dan RS Islam Siti Hajar. Kondisinya beragam, mulai dari luka ringan hingga patah tulang.
Korban meninggal diketahui bernama Alfian Ibrahim, 11 tahun, asal Bangkalan, Madura.
Dugaan Penyebab
Pengasuh pesantren, KH Abdus Salam Mujib, mengatakan musala itu masih dalam proses pembangunan. Lantai tiga baru saja dicor pada pagi hari sebelum ambruk. “Kemungkinan penopang tidak kuat menahan beban,” ujarnya seperti dikutip NU Online.
Pemeriksaan Konstruksi
Polisi bersama tim ahli konstruksi kini menyelidiki penyebab robohnya bangunan. Bupati Sidoarjo menyatakan pemerintah akan menanggung biaya perawatan korban dan melakukan audit bangunan serupa di wilayahnya.




