PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Nanang Avianto mengungkap pengalaman berisiko saat mengawal pergerakan suporter sepak bola lintas daerah. Ia mengaku pernah menjadi sasaran lemparan batu ketika bertugas mengamankan rombongan suporter menuju Solo.
Menurut Nanang, situasi saat itu berlangsung tegang. Aparat kepolisian harus menghadapi potensi gesekan di sepanjang jalur yang dilalui suporter, terutama di wilayah dengan riwayat konflik antarkelompok.
Dalam keterangannya, ia menyebut sempat terkena lemparan dan mengalami tindakan kekerasan saat berupaya meredam kondisi di lapangan. Peristiwa tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membekas selama menjalankan tugas pengamanan.
Nanang menilai pengamanan suporter sepak bola memiliki tingkat kerawanan tinggi. Mobilitas massa dalam jumlah besar, ditambah rivalitas antarkelompok, kerap memicu situasi yang sulit dikendalikan jika tidak diantisipasi dengan pendekatan tepat.
Ia menegaskan pentingnya langkah preventif melalui komunikasi dan pendekatan persuasif kepada kelompok suporter. Upaya ini dinilai lebih efektif untuk menekan potensi konflik dibandingkan pendekatan represif semata.
Rivalitas antara Persebaya Surabaya dengan kelompok suporternya, Bonek, dan Arema FC dengan Aremania, selama ini dikenal memiliki sejarah panjang ketegangan. Dalam beberapa kasus, konflik tersebut bahkan berujung pada kekerasan.
Karena itu, Nanang mengajak seluruh elemen, baik aparat maupun suporter, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan menjunjung sportivitas dalam setiap kegiatan sepak bola, demi mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.




