PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Langit Jawa Timur kembali murung. Sejak Sabtu pagi (1/11), hujan deras disertai petir mengguyur sebagian besar wilayah provinsi ini. Dari Surabaya hingga Madiun, langit gelap pekat menyelimuti, disertai gelegar guntur yang sesekali menggetarkan kaca jendela rumah warga.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memperingatkan bahwa cuaca ekstrem berpotensi berlanjut hingga malam hari di sejumlah daerah, termasuk Gresik, Jombang, Kota Batu, Mojokerto, Magetan, dan Ngawi. Intensitas hujan diperkirakan meningkat menjelang sore hingga malam, dengan kemungkinan petir dan angin kencang.
“Kondisi atmosfer cukup labil. Suplai uap air dari Samudra Hindia dan Laut Jawa tinggi sehingga membentuk awan konvektif yang memicu hujan lebat disertai kilat dan angin kencang,” ujar Prakirawan BMKG Juanda
Suhu udara di Jatim hari ini berkisar antara 14–33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 95 persen. BMKG mencatat kecepatan angin di beberapa titik mencapai 23 kilometer per jam, dominan dari arah timur laut.
Warga Diminta Waspada
BMKG mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap dampak turunan dari cuaca ekstrem tersebut. Potensi genangan air, banjir lokal, hingga pohon tumbang bisa terjadi, terutama di kawasan perkotaan dengan sistem drainase buruk.
Selain itu, aktivitas luar ruang dan perjalanan darat disarankan untuk ditunda bila hujan disertai petir masih berlangsung. “Masyarakat sebaiknya tidak berlindung di bawah pohon saat hujan petir, serta memastikan saluran air di sekitar rumah dalam kondisi bersih,” tambah BMKG.
Peringatan serupa juga dikeluarkan oleh DetikJatim, yang mencatat sejumlah wilayah dengan potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Daerah-daerah seperti Malang Selatan, Ponorogo, dan Probolinggo bagian utara disebut memiliki risiko tinggi terjadinya hujan lebat disertai kilat.
Warga Mulai Merasakan Dampaknya
Di Surabaya, beberapa ruas jalan seperti Ahmad Yani dan Dharmawangsa dilaporkan tergenang air hingga setinggi lutut. “Tadi motor saya hampir mogok karena air masuk knalpot,” ujar Roni, warga Rungkut, saat ditemui di lokasi.
Sementara di Kota Batu, hujan deras yang turun sejak siang membuat sejumlah wisatawan memilih berteduh di kafe dan hotel. “Tiba-tiba petirnya besar sekali, anak-anak takut,” kata Indah, pengunjung asal Mojokerto.
BMKG meminta masyarakat terus memantau perkembangan prakiraan cuaca melalui kanal resmi, termasuk media sosial dan aplikasi InfoBMKG. Cuaca ekstrem diprediksi masih akan terjadi di beberapa hari ke depan.
“Ini adalah fase peralihan menuju puncak musim hujan. Kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama di daerah rawan longsor dan banjir bandang,” tutup BMKG Juanda.




