PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Tepat saat Hari Pahlawan 10 November lalu Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan gelar pahlawan kepada tokoh bangsa, diantara nya adalah Syaikhona Muhammad Kholil dan KH Abdurahman Wahid atau biasa disapa Gus Dur.
“Gelar pahlawan bagi kedua nya tentu membuktikan bahwa kalangan pondok pesantren dan santri berkontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan, memperkokoh pondasi kebangsaan sekaligus peradaban masyarakat Indonesia.” kata Ketua Umum PB IKA PMII, H Fathan Subchi. Kedua nya adalah ulama, kharismatik, mumpumi dalam bidang pendidikan keagamaan sekaligus aktor dan katalisator gerakan keIslaman dan keIndonesiaan. “sambung anggota BPK RI ini
Syaikhona Kholil ulama terpandang di kalangan Nadhlatul Ulama yang merupakan guru dari kyai-kyai utama NU & Nusantara, diantaranya Hadratusyaikh Hasyim Asy’ari pendiri NU, Kyai As’ad Syamsul Arifin, KH Wahab Wasbullah dan lain sebagainya. Selain itu beliau terkenal aktif dalam memimpin perjuangam kemerdekaan RI saat masa penjajahan.
Sedangkan Gus Dur adalah ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama yang pernah menjadi Presiden Republik Indonesia, dimana saat itu adalah momentum transisi Orde Reforrmasi dan Demokratisasi bangsa ini. Beliau pioner gerakan kedaulatan sipil, pluralisme, humanisme dan kebangsaan.
Turut bersyukur dan bangga dengan anugerah pahlawan bagi kedua nya, maka PB IKA PMII menggelar Tasyakuran Gelar Pahlawan Syaikhona Muhammad Kholil dan KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) hari ini (senin 17/10) di kantornya dengan mengundang beberapa tokoh baik dari kalangan NU maupun eksternal dan pernah menjadi bagian dari saksi sejarah perjuangan kedua tokoh tersebut.
Menurut koordinator acara, Muhammad Rodli Kaelani, acara ini sangat bermakna mengingat kontribusi dan peran strategis kedua tokoh tersebut. “PB IKA PMII merasa berkewajiban agar spirit dan tauladan mereka terpelihara dikalangan anak-anak muda NU dan santri, terlebih kader-kader PMII yang merupakan penopang sumber daya manusia & intelektual NU”, tambah Mantan Ketua Umum PMII ini.
Rencana yang akan hadir dalam tasyakuran tersebut diantaranya KH Said Aqil Siradj (Ketua Umum PBNU 2010-2021), Kyai Arifin Junaidi (mantan sekretaris Alm Gus Dur), Dr Muhaimin (Ketua tim pengusul gelar pahlawan Syaikhona Kholil), Adhi Massardi (mantan Jubir Gus Dur), H. Andi M Ramly (Tokoh PMII dan asisten pertama Alm Gus Dur) perwakilan keluarga, para sahabat dan kolega alm Gus Dur, keluarga alumni Ponpes Tebuireng dan Syaikhona Kholil, para alumni serta kader-kader PMII.*




