Daerah  

Ketua DPRD Probolinggo Buka Suara soal Perayaan Ulang Tahun yang Disorot Publik

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Ketua DPRD Kabupaten Probolinggo, Oka Mahendra Jati Kusuma, akhirnya buka suara terkait perayaan ulang tahunnya yang viral di media sosial dan menuai kecaman publik. Ia menegaskan perayaan tersebut bukan agenda pribadi maupun rencana resmi lembaga.

“Perayaan itu sudah melewati tanggal lahir saya dan bukan agenda saya. Saya sama sekali tidak tahu sebelumnya. Tiba-tiba suasana ramai dan ada yang membawa kue,” kata Oka Mahendra Jati Kusuma saat dikonfirmasi pada Minggu (25/1/2026).

Oka menjelaskan, perayaan tersebut murni inisiatif spontan para petugas kebersihan atau office boy (OB) di lingkungan Kantor DPRD Kabupaten Probolinggo. Ia mengaku hanya berusaha menghargai niat baik mereka.

Baca juga  DPRD Kota Probolinggo Gelar Paripurna Bahas KUA-PPAS APBD 2026

“Saya hanya menghargai teman-teman OB yang punya niat baik. Saya meniup lilin sebentar, bersalaman, itu saja. Tidak ada perayaan khusus,” ujarnya.

Perayaan ulang tahun itu menuai sorotan karena berlangsung di tengah bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo. Sejumlah pihak menilai momen tersebut kurang tepat dan mencerminkan minimnya sensitivitas sosial pejabat publik.

Menanggapi kritik tersebut, Oka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika peristiwa itu menimbulkan persepsi negatif.

“Saya memahami kekecewaan masyarakat. Jika peristiwa itu dianggap tidak pantas dan melukai perasaan warga, saya mohon maaf. Ini menjadi pelajaran penting bagi saya untuk lebih berhati-hati dan mengedepankan empati,” katanya.

Baca juga  Waw! Anisah "Ngopi" Demi Terwujudnya Generasi Berkarakter

Oka menegaskan bahwa tidak ada penggunaan anggaran negara dalam perayaan tersebut dan berkomitmen untuk meningkatkan kepekaan sosial dalam menjalankan tugas sebagai pejabat publik.

Polemik ini mencuat setelah dokumentasi perayaan ulang tahun di kantor DPRD beredar luas di media sosial. Kritik publik menguat karena peristiwa itu terjadi bersamaan dengan bencana alam yang berdampak pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Probolinggo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *