Daerah  

Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Probolinggo Resmi Ditutup

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Probolinggo menutup pelatihan petugas lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) pada Jumat, 12 Juni 2026. Penutupan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto bersama Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti di Hotel Nadia, Desa Sapikerep, Kecamatan Sukapura.

Kegiatan penutupan berlangsung secara hybrid. Peserta yang mengikuti pelatihan di Training Center (TC) Hotel Nadia hadir secara langsung, sedangkan peserta dari lima pusat pelatihan lainnya mengikuti kegiatan secara virtual. Secara keseluruhan, pelatihan diikuti 1.304 peserta yang tersebar di enam lokasi dan dibagi dalam empat gelombang.

Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Lilik Hariyanti mengatakan pelatihan petugas lapangan merupakan tahapan penting untuk memastikan keberhasilan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurut dia, BPS berupaya menyiapkan petugas yang memahami seluruh mekanisme pendataan sehingga mampu menghasilkan data yang akurat dan berkualitas.

“Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum strategis untuk memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi dan potensi ekonomi daerah, mulai dari usaha mikro hingga usaha besar yang menjadi penggerak perekonomian Kabupaten Probolinggo,” kata Lilik.

Baca juga  Kapolda Jatim Anugerahi Ribuan Personel Satyalancana Pengabdian

Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai metodologi dan manajemen lapangan sensus, tata cara pengisian kuesioner, penggunaan aplikasi FASIH Mobile dan CAWI, hingga penanganan kasus batas dalam pendataan. Materi tersebut disampaikan oleh 17 Instruktur Daerah (Inda) yang tergabung dalam Tim Inda Sensus Ekonomi 2026 dan mengajar di 51 kelas yang tersebar dalam empat gelombang pelatihan.

Lilik menjelaskan data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah. Data tersebut juga diharapkan mampu mendukung upaya peningkatan investasi, penguatan daya saing usaha, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia menambahkan keberhasilan sensus sangat ditentukan oleh kualitas petugas di lapangan. Karena itu, seluruh peserta diminta menjalankan tugas secara profesional, objektif dan bertanggung jawab agar mampu menghasilkan data ekonomi yang dapat dipercaya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto menegaskan kualitas data sangat bergantung pada kemampuan petugas dalam melaksanakan tugas pendataan. Menurut dia, pelatihan yang diberikan selama beberapa hari merupakan upaya untuk memastikan seluruh petugas memahami standar operasional yang telah ditetapkan oleh BPS.

Baca juga  Terungkap, 7 Anggota Brimob dalam Barracuda Maut Penabrak Affan

“Data yang baik hanya bisa dihasilkan oleh petugas yang memahami tugasnya dan memiliki kompetensi yang memadai. Tujuan akhirnya adalah menghasilkan data yang paling akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah,” ujar Ugas.

Ugas menilai tantangan petugas sensus saat ini semakin kompleks karena selain dituntut menguasai teknologi pendataan digital, mereka juga harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan responden. Kemampuan tersebut dinilai penting agar masyarakat dan pelaku usaha bersedia memberikan informasi yang benar sesuai kondisi sebenarnya.

Menurut Ugas, data ekonomi yang akurat akan membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, terutama di tengah tuntutan efisiensi anggaran yang semakin besar. Ia berharap hasil Sensus Ekonomi 2026 dapat menggambarkan kondisi riil masyarakat Kabupaten Probolinggo dan menjadi landasan kuat dalam perencanaan pembangunan daerah pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *