PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Layanan angkutan massal Trans Jatim kini tak hanya mengangkut penumpang. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mengoperasikan layanan pengiriman barang antarwilayah menggunakan armada bus tersebut.
Program yang diberi nama Trans Jatim Ekspedisi (Tradisi) ini diluncurkan sebagai upaya mendukung distribusi logistik yang lebih efisien, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pada tahap awal, layanan ini digratiskan selama sepekan hingga 12 April 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengatakan bahwa setelah masa promosi berakhir, tarif pengiriman akan diberlakukan sebesar Rp2.500 per kilogram. “Ini bagian dari inovasi layanan transportasi publik agar lebih multifungsi dan membantu perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Layanan pengiriman masih menggunakan sistem pool to pool, di mana pengiriman dan pengambilan barang dilakukan di titik-titik terminal yang dilalui Trans Jatim, seperti Terminal Purabaya, Porong, Mojokerto, hingga Bangkalan.
Estimasi waktu pengiriman berkisar satu hingga dua hari, tergantung jarak dan rute. Selain itu, pengguna juga dapat memantau status pengiriman melalui sistem digital yang disediakan.
Sebagai informasi, Trans Jatim merupakan layanan bus antarkota dalam provinsi yang mulai beroperasi sejak 2022 dan melayani kawasan aglomerasi di Jawa Timur. Kehadiran layanan logistik ini menjadi langkah baru dalam mengintegrasikan transportasi publik dengan kebutuhan distribusi barang.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyatakan akan mengevaluasi program ini secara berkala. Jika mendapat respons positif, layanan ekspedisi ini berpotensi dikembangkan lebih luas, termasuk pengiriman langsung ke alamat tujuan.




