PILIHANRAKYAT.ID,Yogyakarta-Solidaritas Masyarakat Jogja menggelar aksi damai di titik 0 KM Yogyakarta (02/09/2019). Dalam aksi tersebut dibuka dengan Tari Gambyong.
Tari Gambyong adalah tarian khas Jogja yang ditampilkan sebagai bentuk penghormatan untuk menyambut tamu, biasanya tarian ini ditampilkan saat ada tamu istimewa di Yogyakarta.
Menurut Apriyanto selaku Kordinator Lapangan (Korlap) pada aksi damai, Tari ini ditampilkan saat aksi damai di titik 0 KM sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat Papua yang ada di Jogja.
“tari Gambyong ditampilkan dalam bagian awal aksi damai masyarakat Jogja sebagai simbol keterbukaan dan penghormatan kepada tamu termasuk masyarakat dan siswa atau mahasiswa Papua” tulis Apriyanto via Whatsapp saat dihubungi oleh wartawan Pilihanrakyat.id
Bukan hanya tari Gembyong yang ditampilkan saat aksi tersebut. Tari Sajojo dari Papua juga ditampilkan sebagai bentuk kegembiraan masyarakat Papua.
Apriyanto yang juga menjabat ketua di Aliansi Jogja Sehati, menganggap bahwa memanasnya kondisi Papua merupakan settingan dari kelompok yang punya kepentingan politik maupun ekonomi.
“Konflik sosial berupa kerusuhan yang terjadi di beberapa wilayah terutama di Papua adalah tidak lepas dari upaya pihak-pihak tertentu yang memiliki agenda setting untuk tujuan-tujuan kepentingan politik maupun kepentingan ekonomi mereka” tegas apriyanto.
Selaku warga negara yang baik, berkewajiban untuk menjaga persatuan Indonesia dan harus proaktif untuk mempertahankan keutuhan NKRI.
“Dalam upaya menjaga persatuan Indonesia, kita sebagai warga negara yang baik berkewajiban untuk berperan secara proaktif mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” tambanya.
Ada delapan tuntutan yang disepakati oleh Solidaritas Masyarakat Jogjakarta saat melakukan aksi damai di titik 0 KM. Jika tuntutan tersebut tidak direspon oleh pihak berwajib maka Solidaritas Mayarakat Jogja akan terus berjuang dengan pendekatan kebudayaan.
“Kami akan tetap berjuang dengan pendekatan kebudayaan an-nas dan pendekatan gerakan sosial yang ideologis”,Jelas Korlap Aksi dan Ketua Aliansi Jogja Sehati
(Cipto/PR.ID)




