Daerah  

Diduga Pencemaran Selokan, Warga Liprak Kidul Keluhkan Bau Menyengat sejak MBG Beroperasi

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Sebuah video yang beredar di sejumlah grup WhatsApp memicu keresahan warga Desa Liprak Kidul, Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo. Video tersebut memperlihatkan dugaan pencemaran selokan yang disebut-sebut berasal dari aktivitas MBG (Makan Bergizi Gratis) setempat.

Sejumlah warga mengeluhkan bau tidak sedap yang muncul dari aliran selokan di sekitar lokasi. Mereka menilai kondisi ini mulai terjadi setelah fasilitas MBG beroperasi dalam beberapa bulan terakhir.

Warga yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bau menyengat sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Sangat bau, Pak. Ini sangat mengganggu ke kami,” kata Nara sumber yang tidak mau disebutkan saat dihubungi Pilihanrakyat.id melalui sambungan WhatsApp, Rabu, 6 Mei 2026.

Baca juga  Longsor 100 Meter Tutup Akses Jalan Desa di Probolinggo

Menurutnya, kondisi tersebut tidak pernah terjadi sebelumnya. Ia mengaku sudah sekitar dua tahun beraktivitas di lokasi itu tanpa gangguan serupa.

“Saya sudah kurang lebih dua tahun di sini, tidak ada bau seperti ini. Tapi sejak MBG berdiri sudah mulai berubah. Kalau tidak salah, MBG sudah berjalan sekitar tiga bulanan,” ujarnya.

Menanggapi keluhan warga, pihak pengelola MBG melalui Kepala SPPG menyatakan telah melakukan pengecekan. Namun, mereka menyebut sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) masih dalam tahap penyesuaian.

Baca juga  Jurus Celana Dalam Untuk Penglaris Bakso, Ini Pengakuan Karyawannya

“Iya, kami sudah kroscek, tapi memang butuh proses untuk IPAL agar bisa bekerja optimal menyerap bakteri,” ujar perwakilan pengelola.

Kondisi ini menuai kritik dari warga. Bahrul salah satu warga Liprak Kidul, menilai kejadian tersebut tidak semestinya terjadi, mengingat MBG merupakan program pemerintah pusat dengan anggaran besar.

“Negara sudah banyak mengeluarkan biaya untuk MBG, kok bisa hal seperti ini terjadi. Kalau belum siap beroperasi, jangan dipaksakan. Kasihan masyarakat yang terdampak,” kata Bahrul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *