PILIHANRAKYAT.ID, Jatim-Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengklaim proses pengambilan Personal Identification Number (PIN) untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 berjalan lebih tertib dan fleksibel dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari pengaturan jadwal layanan, penambahan operator hingga memperpanjang waktu pelayanan bagi calon murid.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan sistem antrean yang diterapkan saat ini membuat proses verifikasi data menjadi lebih longgar. Calon murid dapat mengetahui jadwal pelayanan sesuai tanggal dan jam yang telah ditentukan sehingga tidak terjadi penumpukan peserta di sekolah.
“Semua sudah diatur waktunya. Mereka bisa memastikan di tanggal berapa dan jam berapa mereka bisa mendaftarkan untuk dilakukan verifikasi dari seluruh data-data primer mereka,” kata Khofifah saat meninjau layanan pengambilan PIN di sejumlah SMA negeri di Surabaya, Selasa.
Menurut Khofifah, hingga awal Juni 2026, dari total kuota layanan yang disediakan sebanyak 1.495.200 kuota, tercatat 145.107 kuota telah terisi dan 114.070 calon murid telah mendapatkan layanan. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata dia, terus melakukan pembenahan agar pelaksanaan SPMB berjalan lancar dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
Meski demikian, Khofifah mengingatkan bahwa daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Timur masih terbatas. Dari total lulusan SMP dan sederajat, kapasitas SMA dan SMK negeri hanya mampu menampung sekitar 39,3 persen calon peserta didik. Karena itu, masyarakat diharapkan juga mempertimbangkan sekolah swasta sebagai alternatif melanjutkan pendidikan.
Di sisi lain, Pemprov Jawa Timur mengapresiasi meningkatnya partisipasi sekolah swasta dalam menyediakan beasiswa. Pada 2026, sebanyak 2.106 SMA dan SMK swasta membuka program beasiswa bagi calon siswa, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 1.757 sekolah. Jumlah penerima manfaat beasiswa juga naik dari 72.989 siswa pada 2025 menjadi 79.086 siswa tahun ini.
Khofifah menyebut hasil pemantauan di SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 5, dan SMA Negeri 9 Surabaya menunjukkan proses layanan berlangsung tertib. Rentang waktu pengambilan PIN yang dibuka sejak 29 Mei hingga 9 Juni 2026, ditambah penambahan rata-rata 10 operator layanan di setiap sekolah, dinilai mampu mengurangi kepadatan antrean.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan pengambilan PIN akan berlangsung hingga 9 Juni 2026, sedangkan verifikasi data ditutup pada 10 Juni 2026. Menurut dia, setiap sekolah diberikan kuota layanan harian sebanyak 200 peserta dan pelayanan tetap dibuka pada akhir pekan maupun hari libur untuk memberikan keleluasaan kepada masyarakat.
Aries menjelaskan PIN merupakan tahapan penting sebelum calon murid mengikuti proses seleksi melalui berbagai jalur, seperti domisili, afirmasi, mutasi, maupun jalur lainnya. Hingga saat ini sekitar 91 ribu calon murid telah mengambil PIN dari total kuota layanan sekitar 1,4 juta orang. Ia memastikan belum ditemukan kendala berarti di lapangan, termasuk bagi calon murid yang belum menerima Surat Keterangan Lulus (SKL), karena mereka tetap dapat menggunakan surat keterangan kelas IX sebagai syarat pengambilan PIN.




