PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Probolinggo menggelar pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi operator alat berat di Alino Cafe & Eatery, Desa Sumberlele, Kecamatan Kraksaan, Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti 35 operator alat berat yang bertugas di lingkungan DPUPR Kabupaten Probolinggo.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dari Perkumpulan Ahli Keselamatan Konstruksi Indonesia (PAKKI) Jawa Timur. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme operator alat berat dalam mendukung pelaksanaan proyek infrastruktur yang aman dan sesuai standar.
Sejumlah materi diberikan kepada peserta, di antaranya komunikasi dan kerja sama di tempat kerja, prosedur penanganan keadaan darurat, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), inspeksi area kerja sebelum pekerjaan dimulai, hingga Pemeriksaan dan Pemeliharaan Harian (P2H) alat berat sebelum dioperasikan.
Selain aspek keselamatan, peserta juga mendapatkan pembekalan teknis mengenai pengoperasian alat berat, mulai dari manuver pemindahan material, penggalian dan perataan lahan sesuai spesifikasi pekerjaan, teknik pelumasan (greasing), hingga pemeliharaan ringan alat berat.
Pembina Jasa Konstruksi Ahli Muda DPUPR Kabupaten Probolinggo, Cahyo Rachmad Dany, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia operator alat berat di lingkungan DPUPR. Menurut dia, penguasaan aspek K3 menjadi bagian penting dalam menciptakan budaya kerja yang aman dan profesional.
“Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan K3 kepada seluruh operator alat berat DPUPR Kabupaten Probolinggo. Tujuannya agar kompetensi para operator semakin meningkat sehingga mampu melaksanakan pekerjaan secara aman, profesional, dan sesuai standar yang berlaku,” kata Cahyo.
Ia menambahkan, peningkatan kompetensi melalui pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi memiliki dampak positif terhadap kualitas pembangunan infrastruktur sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja di sektor konstruksi. DPUPR berharap para operator alat berat daerah mampu bersaing hingga tingkat nasional.
Sementara itu, Kepala Bidang Jasa Konstruksi dan Peralatan DPUPR Kabupaten Probolinggo, Ruli Nasrullah, menilai operator alat berat memiliki peran strategis dalam keberhasilan pekerjaan konstruksi. Menurut dia, pelaksanaan pelatihan K3 sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
“Operator alat berat yang kompeten mempunyai peran sangat penting dalam proses pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi. Karena itu, pelatihan K3 seperti ini perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dan profesionalisme para operator,” ujar Ruli.
Melalui kegiatan tersebut, DPUPR Kabupaten Probolinggo berharap kapasitas operator alat berat terus meningkat sehingga mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur daerah. Ruli juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelatihan tersebut.




