PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo bersama Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), kemitraan Pemerintah Indonesia–Australia di bidang pendidikan, mulai mematangkan program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)–Sekolah Dasar (SD) Satu Atap.
Pembahasan program tersebut dilakukan melalui rapat koordinasi dan pendampingan terkait Data Pokok Pendidikan (Dapodik), kesiapan guru, serta sarana dan prasarana PAUD–SD Satu Atap di ruang pertemuan Agus Salim Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Selasa (23/6/2026).
Rakor itu diikuti jajaran Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura dan Sumber, sejumlah kepala sekolah SD dan TK, serta perwakilan satuan pendidikan yang menjadi lokasi sasaran program.
Kegiatan dipimpin Sekretaris Disdikdaya Kabupaten Probolinggo, Yunita Nur Laili, bersama District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono dan Ecosystem Coordinator INOVASI Jawa Timur Ahmad Fathoni.
Yunita mengatakan program PAUD–SD Satu Atap diarahkan untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah yang selama ini menghadapi kendala jarak dan keterbatasan layanan. Dua sekolah yang menjadi lokasi awal pelaksanaan yakni SDN Sapikerep 3 dan SDN Sariwani 2 Kecamatan Sukapura.
“Hari ini kita rapat koordinasi terkait PAUD–SD Satu Atap yang lokusnya ada di SDN Sapikerep 3 dan SDN Sariwani 2. Tujuannya untuk memfasilitasi layanan pendidikan bagi anak-anak di daerah sulit akses,” ujar Yunita.
Selain pembukaan layanan pendidikan, Disdikdaya juga menyiapkan penataan administrasi melalui sistem Dapodik. Data peserta didik nantinya akan dipusatkan di TK Negeri Pembina Sukapura agar seluruh proses pencatatan berjalan dalam satu sistem.
“Dapodik tetap kita pusatkan di TK Negeri Pembina Sukapura. Anak-anak dari PAUD-SD Satu Atap akan tetap tercatat dalam satu sistem agar tertib administrasi,” jelasnya.
Menurut Yunita, persiapan program tidak hanya menyangkut administrasi, tetapi juga kesiapan tenaga pendidik dan sarana prasarana. Dukungan anggaran melalui perubahan anggaran daerah juga tengah dipersiapkan untuk menunjang pelaksanaan program tersebut.
Ia menyebut PAUD–SD Satu Atap di Kabupaten Probolinggo berpotensi menjadi model percontohan nasional, karena menerapkan penyesuaian layanan pendidikan sesuai kondisi wilayah, termasuk kurikulum PAUD yang lebih singkat untuk wilayah Kecamatan Sukapura.
Sementara itu, Ecosystem Coordinator INOVASI Jawa Timur Ahmad Fathoni mengatakan kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar anak-anak di daerah terpencil tetap memperoleh layanan pendidikan sejak usia dini.
“Kegiatan ini merupakan rapat koordinasi persiapan pelaksanaan PAUD-SD Satu Atap yang dipilotkan di SDN Sariwani 2 dan SDN Sapikerep 3. Disepakati juga pendaftaran siswa segera dibuka dan administrasi dititipkan di TK Negeri Pembina Sukapura,” katanya.
Ia menambahkan, wilayah Gemito dan Kedasih juga dilibatkan karena masih terdapat lokasi yang belum memiliki layanan PAUD terdaftar. Pemerintah daerah akan membantu proses pengurusan izin operasional agar layanan pendidikan dapat segera berjalan.
INOVASI berharap program tersebut mampu memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan dasar dan pendidikan usia dini. Layanan PAUD–SD Satu Atap nantinya akan dikembangkan di empat lokasi, yakni SDN Sariwani 2, SDN Sapikerep 3, Desa Kedasih, dan Desa Gemito.




