Daerah  

Rustini Muhaimin Tunaikan Janji Pemberdayaan untuk Sekolah Adat Arus Kualan

PILIHANRAKYAT.ID, Kalimantan Barat – Rustini Muhaimin menunaikan janji pemberdayaan untuk Sekolah Adat Arus Kualan di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Dukungan itu menjadi bagian dari komitmen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam memperkuat pendidikan berbasis budaya lokal sekaligus mendorong pemberdayaan masyarakat adat.

Sekolah Adat Arus Kualan merupakan lembaga pendidikan nonformal yang berdiri sejak 2014 di Ketapang. Sekolah ini lahir dari kegelisahan atas memudarnya pengetahuan adat di kalangan generasi muda Dayak. Berpegang pada filosofi “alam raya adalah sekolah dan setiap orang adalah guru”, Arus Kualan mengajarkan berbagai pengetahuan adat, mulai dari meramu obat tradisional, memasak dengan bambu, menganyam, memainkan alat musik Sampe, hingga menari tarian adat.

Selain pendidikan berbasis budaya, sekolah tersebut juga memberikan pembelajaran literasi seperti membaca, menulis, bahasa Inggris, dan komputer. Tujuannya agar para siswa tetap mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya mereka.

Saat ini, Sekolah Adat Arus Kualan memiliki sekitar 168 siswa aktif dan telah membuka empat cabang di sejumlah desa di Kabupaten Ketapang. Dua siswanya, Selsi dan Elis, bahkan telah tampil sebagai duta budaya yang fasih berbahasa Inggris dan membawa nama Arus Kualan ke panggung nasional. Sekolah ini juga masuk nominasi PKB Rising Changemaker Award 2025 sebagai lembaga pendidikan berbasis budaya lokal yang mengintegrasikan nilai lingkungan dan literasi.

Baca juga  DK Trans dan PAC Ansor Gelar Turnamen Tenis Meja di Krucil

Perhatian PKB terhadap Sekolah Adat Arus Kualan bermula saat Dellyana Winki, salah satu pendiri muda Arus Kualan, mempresentasikan perjalanan sekolah adat tersebut dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) PKB. Presentasi itu mendapat perhatian dari Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

“Penghargaan ini sesungguhnya adalah janji dari Ketua Umum kami, Gus Muhaimin Iskandar. Kami semua terkagum-kagum saat Dellyana Winki mempresentasikan Sekolah Alam Arus Kualan pada peringatan Harlah PKB tahun lalu. Dari situlah lahir komitmen untuk memberikan dukungan nyata kepada sekolah ini,” ujar Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah, saat penyerahan Beasiswa Jejak Nusantara.

Sebagai bentuk realisasi komitmen itu, PKB melalui rangkaian Harlah ke-28 menyerahkan Beasiswa Jejak Nusantara kepada siswa Sekolah Adat Arus Kualan. Beasiswa tersebut terdiri dari lima kategori, yakni pelatihan bisnis kreatif dan pariwisata di Bali, pelatihan jurnalistik di Pontianak, pelatihan pembuatan film dokumenter, serta pelatihan bahasa Inggris di Pare, Kediri. Penyerahan beasiswa dilakukan langsung oleh Rustini Muhaimin bersama sejumlah pengurus DPP PKB dan Perempuan Bangsa.

Rustini Muhaimin menegaskan, dukungan kepada Sekolah Adat Arus Kualan tidak berhenti pada penyerahan beasiswa. Menurut dia, bantuan tersebut merupakan langkah awal untuk memperluas program pemberdayaan yang berkelanjutan bagi masyarakat adat, terutama dalam penguatan pendidikan berbasis budaya dan lingkungan.

Baca juga  Jalan Sehat, Agenda Silaturrahim MTs & SMA Hayis

“Dukungan kepada Sekolah Adat Arus Kualan ini tentu tidak berhenti pada penyerahan beasiswa semata. Bagi kami, ini adalah langkah awal untuk memperluas program pemberdayaan yang berkelanjutan bagi masyarakat adat, terutama dalam memperkuat pendidikan berbasis budaya, menjaga lingkungan, serta membuka ruang bagi generasi muda agar tetap tumbuh dengan akar tradisinya,” ujar Rustini Muhaimin.

Kunjungan Rustini ke Sekolah Adat Arus Kualan menjadi bukti bahwa komitmen pemberdayaan PKB tidak hanya disampaikan di forum resmi, tetapi juga diwujudkan hingga ke wilayah pedalaman. Kehadirannya juga menjadi bentuk dukungan terhadap pendidikan adat agar mendapat ruang yang layak dalam upaya pemberdayaan masyarakat.

“PKB memandang pendidikan bukan sekadar belajar di ruang kelas, tetapi juga membangun karakter, menjaga akar budaya, dan menumbuhkan kepedulian terhadap alam,” kata Neng Eem.

Sekolah Adat Arus Kualan sendiri mengambil nama dari Sungai Kualan, yang menjadi sumber kehidupan masyarakat di Kecamatan Simpang Hulu. Para pendirinya berharap sekolah adat itu dapat memberi manfaat bagi masyarakat sebagaimana aliran sungai yang terus menghidupi kampung mereka.

Dengan dukungan dari Rustini Muhaimin dan PKB, Sekolah Adat Arus Kualan diharapkan tidak hanya menjadi penjaga budaya Dayak, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda adat untuk belajar, berkembang, dan menjaga warisan leluhur di tengah arus modernisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *