Daerah  

Mahasiswa Asal Situbondo Tewas dalam Kecelakaan di Gending, Diduga Gagal Mendahului Truk

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Seorang mahasiswa asal Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Desa Sebaung, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Senin, 20 Juli 2026, sekitar pukul 18.00 WIB. Korban diketahui bernama Moh. Rafi Anwar, 21 tahun.

Saat kejadian, Rafi mengendarai sepeda motor Honda bernomor polisi P-4005-NA dari arah barat menuju timur. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diduga hendak mendahului sebuah truk yang melaju di depannya.

Ketika berpindah ke lajur kanan, sepeda motor yang dikendarai korban diduga bersenggolan dengan sepeda motor lain yang hingga kini belum diketahui identitas pengendaranya. Benturan itu membuat korban kehilangan kendali dan terjatuh ke sisi kiri jalan.

Baca juga  Keluarga Madura Yogyakarta Menggelar Halal Bihalal: Menyuarakan Semangat Kebersamaan dan Etos Kerja Keras

Pada saat bersamaan, sebuah truk yang melaju searah tidak sempat menghindar sehingga korban terlindas. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Probolinggo AKP Ali Rifqi Mubarok melalui Kanit Gakkum IPTU Aditya Wikrama Pramundito mengatakan, penyelidikan awal mengarah pada dugaan kelalaian korban saat melakukan manuver mendahului kendaraan.

“Korban diduga tidak memperhitungkan situasi lalu lintas secara menyeluruh ketika hendak mendahului kendaraan di depannya. Akibatnya terjadi senggolan dengan sepeda motor lain hingga korban terjatuh dan terlindas truk yang melaju searah,” kata Aditya.

Baca juga  Antisipasi Pelanggaran dan Kecelakaan, Polres Probolinggo Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2026

Menurut Aditya, polisi masih menelusuri identitas pengemudi truk maupun pengendara sepeda motor lain yang diduga terlibat dalam kecelakaan tersebut. Petugas juga mengumpulkan keterangan saksi dan memeriksa barang bukti untuk memastikan rangkaian peristiwa secara utuh.

Ia mengimbau para pengendara agar tidak memaksakan diri mendahului kendaraan apabila kondisi lalu lintas belum memungkinkan. “Jangan memaksakan mendahului jika kondisi belum memungkinkan. Keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain jauh lebih penting daripada mengejar waktu tempuh,” ujar Aditya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *