Daerah  

Cuaca Jawa Timur Cerah Berawan, BMKG Minta Warga Waspadai Hujan Lokal

PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Jawa Timur pada Minggu, 26 Juli 2026, didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Kendati demikian, hujan dengan intensitas ringan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah secara lokal, terutama pada siang hingga sore hari.

Prakirawan BMKG Juanda menyebutkan suhu udara di Jawa Timur berkisar antara 18 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 50–95 persen. Sementara itu, angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 18–27 kilometer per jam.

Wilayah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, Lamongan, Tuban, Bojonegoro, Madiun, Kediri, Blitar, Malang, Probolinggo, Pasuruan, Bondowoso, Banyuwangi, hingga Jember diprakirakan mengalami cuaca cerah atau cerah berawan sepanjang hari.

Baca juga  Rumah Dataku Desa Banjarsari Sabet Juara 2 Digitalisasi Terbaik se-Jawa Timur

Meski begitu, BMKG mencatat masih terdapat peluang hujan ringan di sejumlah wilayah, terutama di kawasan Pulau Madura seperti Kabupaten Sumenep. Hujan diperkirakan bersifat lokal dan tidak berlangsung lama, namun masyarakat tetap diminta mewaspadai perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

BMKG juga mengingatkan masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan agar memperhatikan kondisi cuaca terkini. Pada siang hari, suhu udara diperkirakan cukup terik sehingga warga disarankan menjaga kecukupan cairan tubuh dan menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari.

Baca juga  DPRD Kota Probolinggo Pertanyakan PHK Karyawan PT Indo Pherin Jaya

Memasuki musim kemarau, sebagian besar wilayah Jawa Timur memang mengalami dominasi cuaca cerah. Namun, dinamika atmosfer masih memungkinkan terbentuknya awan hujan di beberapa daerah, khususnya akibat pemanasan permukaan pada siang hingga sore hari.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG sebagai acuan sebelum melakukan aktivitas maupun perjalanan, terutama bagi nelayan dan pengguna transportasi laut yang perlu memperhatikan perkembangan kondisi angin dan gelombang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *