PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Festival Makanan Khas Kota Probolinggo 2026 pada Kamis, 6 Agustus 2026. Kegiatan yang digelar Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dispopar) bersama Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo itu mengusung tema “Kreasi Pangan Lokal untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat, Mandiri, Berdaya Saing, dan Mendukung Pariwisata Kota Probolinggo.”
Festival tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi kreasi makanan dan minuman berbahan pangan lokal. Kegiatan juga diisi bazar produk olahan ikan dari Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), sosialisasi pengembangan bahan baku lokal oleh narasumber dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemasaran dan pengemasan produk, serta Gerakan Pangan Murah.
Sebanyak 29 peserta mengikuti kompetisi. Mereka berasal dari anggota TP PKK tingkat kelurahan dan kecamatan se-Kota Probolinggo, pelaku UMKM, serta pengusaha kafe dan restoran. Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, Sekretaris Daerah Budiono Wirawan, dan Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani turut meninjau hasil kreasi peserta.
Usai meninjau kompetisi, Evariani bersama Chef Jo dari BJBR Resto menggelar demonstrasi memasak ikan fillet. Olahan tersebut dibuat dengan cita rasa yang disesuaikan dengan selera anak-anak. Demo memasak itu sekaligus menjadi kampanye peningkatan konsumsi ikan di lingkungan keluarga melalui sajian yang lezat dan bergizi.
Kepala Bidang Destinasi Pariwisata Dispopar Kota Probolinggo Noor Aly mengatakan festival tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mengembangkan sektor pariwisata sekaligus menjaga kekayaan kuliner daerah. Menurut dia, festival memberi ruang bagi UMKM dan komunitas kuliner untuk memperkenalkan serta memasarkan produk mereka.
“Festival ini bertujuan memberikan platform bagi para pelaku UMKM dan komunitas kuliner untuk memasarkan produk mereka sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Noor.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo dr. Evariani mengatakan pelaku UMKM perlu melakukan transformasi agar produknya mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Menurut dia, peningkatan kualitas produk harus dibarengi pemenuhan standar kesehatan, kemasan yang menarik, serta inovasi cita rasa.
Evariani juga mendorong keterlibatan sektor perhotelan dan instansi pemerintah untuk mempromosikan produk berbahan baku lokal. Ia menilai sinergi antarpihak dapat menjadikan kuliner Probolinggo bukan hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga penggerak ekonomi dan pariwisata.
“Kekayaan kuliner Probolinggo tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan pariwisata,” ujarnya.
Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin mengatakan kuliner lokal memiliki potensi menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif. Ia meminta seluruh perangkat daerah mengidentifikasi dan mengkurasi makanan khas daerah agar dapat disajikan secara resmi di hotel maupun dalam berbagai kegiatan pariwisata.
Aminuddin juga menekankan pentingnya sertifikasi halal, pemenuhan standar kesehatan, dan kemasan yang menarik bagi produk UMKM. Pemerintah Kota Probolinggo, kata dia, juga berkomitmen mendorong produk lokal melalui kebijakan kuota minimal 30 persen di pusat-pusat perbelanjaan serta rencana pembangunan sentra kuliner baru.
Dalam kompetisi tersebut, dewan juri menilai kreativitas dan inovasi, cita rasa, penampilan, pemanfaatan bahan pangan lokal, nilai gizi, serta potensi pengembangan produk menjadi usaha UMKM.
Juara pertama diraih Reni Setiowati dengan olahan berbahan mangga. Juara kedua diraih Pramudya Hario Senoadhi, Yulinda Ayu Andika P, dan Zahrotussyatta. Sedangkan juara ketiga diraih Hilya Dina Finnurus Shobah.
Untuk kategori juara harapan, posisi pertama ditempati Dyah Kusumaning Satya. Juara Harapan II diraih Achmad Rauf Zaini, Arika Izza Salsabilla, dan Ajeng Dwi Rahayu. Juara Harapan III diraih Elmy Pangestuti dan Maria Ulfa.
Adapun Juara Favorit diraih peserta nomor 26, yakni Achmad Rauf Zaini, Arika Izza Salsabilla, dan Ajeng Dwi Rahayu. Mereka menyajikan kreasi yang memadukan mangga, jagung, singkong, dan ikan.




