PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Badan Gizi Nasional (BGN) menunda pembukaan dan aktivasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pemerintah memilih membenahi sekitar 27 ribu SPPG yang saat ini telah beroperasi.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan pembenahan mencakup tata kelola, sanitasi, keuangan, hingga manajemen operasional dapur MBG. Menurut dia, penambahan SPPG belum menjadi prioritas sebelum persoalan pada unit yang sudah berjalan dituntaskan.
“Sekarang kita fokus membenahi yang sudah ada,” kata Sudaryono.
Kebijakan tersebut juga berlaku bagi mitra yang telah menyiapkan dapur dan siap beroperasi. Penundaan, kata Sudaryono, termasuk untuk dapur yang dipersiapkan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
BGN, dia mengatakan, masih merapikan sejumlah regulasi dan berkoordinasi dengan kementerian serta lembaga terkait. Aktivasi SPPG baru akan dilakukan setelah persoalan tata kelola, keuangan, dan koordinasi lintas lembaga diselesaikan.
Namun, BGN belum menetapkan kapan pembukaan SPPG baru akan kembali dilakukan. Waktu aktivasi akan ditentukan setelah proses pembenahan internal dan koordinasi antarlembaga rampung.
Sudaryono memahami kebijakan tersebut berpotensi membebani mitra yang telah mengeluarkan modal untuk membangun dapur. Sebagian mitra bahkan menggunakan pembiayaan perbankan sehingga tetap memiliki kewajiban pembayaran.
Karena itu, dia meminta para mitra bersabar. BGN, kata Sudaryono, akan terlebih dahulu memastikan tata kelola program MBG berjalan lebih baik sebelum menambah jumlah dapur.
Kebijakan ini menandai perubahan fokus BGN dari ekspansi SPPG menuju konsolidasi dan pembenahan unit yang telah beroperasi. Pemerintah berharap perbaikan tersebut dapat memperkuat pelaksanaan MBG sebelum cakupan layanan kembali diperluas.




