PILIHANRAKYAT.ID, Surabaya-Ancaman cuaca ekstrem masih membayangi sejumlah wilayah di Jawa Timur pada awal November 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang selama periode 2–9 November 2026.
Dalam peringatan tersebut, Kabupaten Probolinggo termasuk salah satu dari 21 wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan. Potensi cuaca ekstrem ini perlu diantisipasi, terutama oleh masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang.
Selain Kabupaten Probolinggo, wilayah yang masuk dalam daftar kewaspadaan meliputi Kota dan Kabupaten Pasuruan, Jember, Lumajang, Kota dan Kabupaten Kediri, Tulungagung, Trenggalek, Banyuwangi, Kota dan Kabupaten Malang, Kota dan Kabupaten Blitar, Pacitan, Kota dan Kabupaten Mojokerto, Nganjuk, Ponorogo, Kota Batu, serta Magetan.
Sementara itu, prakiraan cuaca Jawa Timur pada Selasa, 3 November 2026, menunjukkan kondisi yang bervariasi. Sejumlah wilayah diprakirakan cerah hingga berawan, sedangkan hujan ringan berpotensi terjadi di Kabupaten Lumajang dan Bondowoso.
Wilayah Probolinggo, Pasuruan, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Jombang, Bangkalan, dan Sampang diprakirakan mengalami cuaca cerah. Adapun sejumlah daerah lain berpotensi mengalami kondisi berawan hingga udara kabur.
Suhu udara di Jawa Timur diprakirakan berkisar 15–35 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 40–99 persen.
Potensi cuaca ekstrem tersebut berkaitan dengan dinamika atmosfer pada masa peralihan musim. Pertumbuhan awan konvektif dapat memicu hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat, yang terkadang disertai kilat, petir, dan angin kencang.
BMKG mengimbau masyarakat tidak mengabaikan perubahan cuaca yang terjadi secara mendadak. Warga di daerah perbukitan dan lereng diminta mewaspadai potensi tanah longsor. Sementara masyarakat perkotaan perlu mengantisipasi genangan air dan pohon tumbang akibat angin kencang.
Masyarakat dapat memantau pembaruan prakiraan dan peringatan dini melalui situs resmi BMKG di https://www.bmkg.go.id serta kanal BMKG Juanda.




