News  

Kolom: Menganalisis Keterlibatan Demokrat/SBY dalam Hoaks Ratna

Oleh: Alifurrahman

PILIHANRAKYAT.ID – Semula, saya pikir hoax penganiayaan Ratna Sarumpaet hanya ulah dari gerombolan politisi Gerindra. Fadli Zon, Prabowo dan Sandiaga yang turun tangan membenarkan telah terjadi penganiayaan -dengan segala cerita dan kutukannya terhadap pemerintahan Jokowi- bisa dibilang salah kalkulasi. Mereka berpikir bisa memenangkan opini publik, sehingga bisa mengkapitalisasi hoax pengeroyokan terhadap Ratna Sarumpaet.

Semula, saya pikir Demokrat hanya ikut-ikutan terlibat dalam propaganda hoax yang dimainkan oleh Prabowo dan Sandiaga. Sehingga komentar elite Demokrat seperti Ferdinan Hutahaen saya anggap angin lalu, seperti halnya komentar provokatif dari Fahri Hamzah atau Hanum Rais.

Tapi malam ini, melihat satu pengakuan dari Dorce, yang saat ini fotonya dengan Ingrid Kansil, memegang pamflet #SaveRatna viral, saya melihat sebuah skenario yang luar biasa besar. Sehingga saya pikir ini bukan hanya soal Fadli Zon dan Prabowo.

Ingrid Kansil mengaku mendapat pamflet Save Ratna dengan foto muka bonyok dan berantakan dari Dorce. Dan katanya tidak sengaja bertemu di Menteng. Tapi kemudian Dorce membuat video klarifikasi, bahwa dia diajak berfoto dengan Ingrid dan diminta untuk memegang pamflet Ratna Sarumpaet. Awalnya tak ada kecurigaan macam-macam, tapi melihat sekarang sudah menjadi kasus nasional dan bahkan Ratna sendiri sudah ditangkap polisi, maka Dorce pun meminta agar Ingrid Kansil mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi.

Jika ditanya pernyataan manakah yang benar? pengakuan Ingrid atau Dorce? Saya pribadi menilai pernyataan Dorce lebih benar. Bahwa dia hanya dimanfaatkan untuk kepentingan politik dan dia tidak punya kepentingan apa-apa dalam hal ini.

Baca juga  Jam Penghitungan Kasus Novel Baswedan di Depan Lobi KPK Sudah Tidak Ada Lagi, Kenapa?

Berbeda dengan Ingrid, dia adalah politisi yang memiliki kepentingan politik. Apalagi saat ini akun IG nya sudah tidak menerima komentar, semakin menguatkan bahwa ada bau amis dalam kasus ini.

Ingrid merupakan kader Demokrat dan menjadi anggota DPR periode 2009-2014. Ingrid juga menjadi Calon Wakil Bupati Bogor beberapa waktu lalu. Dan yang tak kalah menariknya, Ingrid merupakan istri dari Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarief Hasan.

Ingrid bisa dibilang merupakan elite Demokrat. Sehingga segala tindakan dan pergerakan yang dilakukannya, sulit sekali untuk dilepaskan dari peran dan instruksi partai naungannya. Sehingga sampai di sini menjadi menarik untuk ditanyakan, apakah ada peran Demokrat dalam menyusun skenario dan strategi hoax pengeroyokan Ratna?

Jika melihat sejarah politik Demokrat dalam setiap isu, kita patut curiga ada keterlibatan mereka. Apalagi masih segar dalam ingatan kita, bagaimana SBY memprovokasi lewat konpersnya sebelum aksi-aksi demo berjilid-jilid. Lalu kalau ditarik lebih jauh ke belakang, ada juga kasus Antasari, yang dituduh membunuh Nasrudin. Peristiwa yang hingga saat ini menjadi misteri, karena dalam perjalanan kasusnya, keluarga Nasrudin justru berbalik mendukung Antasari, menyadari bahwa Antasari hanyalah korban skenario politik. Semua ini terjadi di era SBY. Bahkan ada indikasi tuduhan terhadap Antasari ada bau-bau emosi, karena besan SBY waktu itu ditangkap KPK. Dan Antasari adalah ketua KPK pada saat itu.

Untuk itu, kepada pihak kepolisian yang saat ini sedang mendalami peran Fadli Zon dan orang-orang yang terlibat dalam provokasi, propaganda dan hoax pengeroyokan Ratna Sarumpaet, kita juga sarankan agar Ingrid juga diperiksa.

Baca juga  Viral! 5 Fakta Unik Nia Ramadhani yang Bikin Netizen Keok

Pamflet foto bonyok Ratna seolah-olah korban penganiayaan merupakan sebuah barang bukti yang bisa jadi sangat krusial dalam kasus ini. Untuk mengungkap apakah ada pemufakatan jahat yang disusun begitu rapi, yang kalau hoax ini tidak diungkap dan dibantah kepolisian, pada saatnya mereka tinggal turun ke jalan atas nama kemanusiaan, atas nama penganiayaan terhadap sesama perempuan.

Kasus ini sangat serius. Mereka sudah menyiapkan cerita provokatif. Dan kalau melihat pamflet dari Ingrid Demokrat, dengan mudah bisa kita simpulkan bahwa ada rencana pengerahan massa dan demo berjilid-jilid untuk membela Ratna.

Narasi emak-emak yang sudah digaungkan sejak beberapa bulan lalu, sebagai target market politik Prabowo Sandiaga, menjadikan kasus hoax ini -beserta provokasi dan persiapan pengerahan massa- tidak lagi dianggap sebagai kasus kebetulan atau kecerobohan.

Bagi saya, hoax pengeroyokan Ratna Sarumpaet yang berhasil membuat seluruh elite partai Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat ikut campur adalah sebuah skenario politik yang disusun sangat rapi, terstruktur, sistematis dan massif.

Jika Polisi saat ini sedang mendalami keterlibatan nama-nama politisi kondang yang ikut memprovokasi, terutamanya Fadli Zon, rasanya Polisi perlu menambahkan beberapa nama lagi, Ingrid, Syarief Hasan dan bahkan mungkin juga SBY. Karena bagaimanapun, keterlibatan elite Demokrat dalam kasus hoax ini besar kemungkinannya dipengaruhi oleh ketua umum dan pengurus di dalamnya. Begitulah kura-kura. #JokowiLagi

Catatan Redaksi: seluruh isi tulisan ini milik penulis. Pilihanrakyat.id sebatas menyebarkan gagasan segarnnya kepada publik. Tulisan ini sudah menyebar di medsos, khususnya WAG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *