PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – Penandatanganan perjanjian jual beli saham Sales and Purchase Agreement (SPA) setelah penanda penandatangan Head of Agreement (HoA) pada 12 Juli 2018 lalu, akhirnya dilakukan oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Freeport McMoRan Inc
Menurut Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, rencana awal pemerintah melalui Inalum harus mempersiapkan investasi mencapai USD3,85 miliar untuk membeli hak partisipasi Saham Rio Tinto sebesar 40% di PT Freeport Indonesia. Dan 100% saham PCX milik PT Indocopper Investama sebesar 9,36%.
“Pembelian saham baik Rio Tinto, maupun PT Indocopper Investama (FCX) sudah selesai dengan ditandatangani SPA tersebut. Tinggal dalam waktu dekat Inalum melakukan transfer pembayaran terhadap saham milik FCX dan Rio Tinto itu,” kata Jonan, Kamis (27/9/2018).
“Selamat kepada Inalum dan Rio Tinto, dan FCX soal SPA ini. Waktu HoA itu untuk memenuhi persyaratan ketiga belah pihak untuk mencapai perjanjian jual beli saham. Kalau ditanya, pak setelah ini apa? Setelah ini kita menunggu, PTFI mengirimkan surat kepada ESDM untuk memohon perubahan pemegang saham,” imbuhnya.
Jonan mengatakan, setelah proses transfer maupun proses administratif lainnya diselesaikan , pemerintah menunggu usulan dari Freeport terkait dengan pengakhiran KK dan diubah menjadi IUPK.
“Setelah itu kita terbitkan pengakhiran KK lalu menjadi IUPK gitu. Tapi kalau ditanya kapan, PTFI tergantung selesai transfer pembayaran Inalum kepada Rio Tinto dan FCX. Ini sih sudah selesai, tinggal admin aja,” ucapnya.
Sementara itu, hal senada juga disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Menurutnya, meski tidak mudah namun Indonesia sampai pada penandatanganan tahap akhir dalam proses pengambil alihan saham PT Freeport Indonesia.
“Inalum sebagai eksekutor proses ini tidak mudah. Banyak detail negoisasi ini saya akui prosesnya sama-sama pelik, tapi dengan niat baik inalum dan Richard kita akhirnya memenuhi SPA,” jelas Sri Mulyani.
Editor: Didik Hariyanto





