Oleh: Tan Hamzah
Sunyi ialah keramaian paling serius
Tanpa kehadiran mulut dan telinga
Ia meledak di kepala, bagai karnaval yang penuh sesak
Kesunyianku adalah kesendirian
Yang tak pernah selesai ditulis
Sunyi selalu menjadi sunyi
Tak mau menjelma kata
Diantara kerumunan yang liar di kepala
Kau satu-satunya yang lancang
Selalu tampil sebagai orator
Tampil sebagai pusat perhatian
Engkau adalah kesunyian paling dalam
Setelah mencintaimu,
Kesepian memberontak
Menginginkan kemerdekaan dari bayanganmu
Bekas senyum, dan lekat ingatan saat kau duduk disampingku
Tak pernah bisa dihapus, permanen
Ketika kusembunyikan cinta
Rindu tak bisa bekerja sama
Ia telah memberi tahu semua orang
Bahwa kau sebenarnya yang sembunyi dalam diriku
Bukan diriku yang sembunyi diantara sudut dunia
Ketika aku diam, bisu, dan menghindar
Kau selalu mengagetkan aku
Jangan sembunyi disini!!
Atau kamu ketahuan!!
Aku bisa berbohong, mengatakan aku tidak mencintaimu lagi
Tetapi, hanya beberapa hari saja
Kesunyian kini menjadi teman yang jujur
Saat kau pergi dari fakta
Tetapi hidup dalam fiksi
Dan bermukim dalam kesunyian ini
Semakin sunyi ini sunyi
Semakin manja dirimu disini
Cinta selalu sederhana
Tanpa kehadiranmu
Cinta selalu rumit
Untuk diucap
Dan kini
Kau sunyi paling berisik dalam kepalaku




