#Kalijagamenggugat Trending Twitter Sebagai Penolakan Dana Pengembangan Institusi Di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

#Kalijagamenggugat Trending Twitter Sebagai Penolakan Dana Pengembangan Institusi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, (Foto: Istimewa)
#Kalijagamenggugat Trending Twitter Sebagai Penolakan Dana Pengembangan Institusi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, (Foto: Istimewa)

Oleh: Anna Zakiyyah Derajat—Mahasiswa Pascasarjana Konsentrasi Kajian Timur Tengah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta-Hari ini, Kamis (04/6) dunia maya khususnya pada platform Twitter sedang digegerkan oleh hastag #kalijagamenggugat sebagai bentuk penolakan yang digaungkan oleh seluruh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga terkait dengan Surat Keputusan Rektor tentang penetapan Dana Pengembangan Institusi (DPI) bagi mahasiswa baru yang diterima melalui Jalur Mandiri tahun akademik 2020/2021 sebesar Rp. 1.500.00,- (satu juta lima ratus ribu rupiah). Kebijakan yang dikeluarkan ini menuai kritikan dari mayoritas mahasiswa yang merasa keberatan. Di tengah pandemik COVID-19, seluruh sektor sedang diguncang hebat, salah satunya sektor ekonomi. Semakin menurunnya sektor ekonomi Indonesia, dapat mengakibatkan banyak perubahan pada pendapatan pekerja—khususnya untuk mereka yang memiliki anak yang masih mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi dan harus diberatkan oleh penambahan uang pangkal untuk dapat mengenyam pendidikan.

Keresahan mahasiswa ini bukanlah tanpa alasan, mayorita dari mereka berpendapat bahwa adanya tambahan dana untuk mahasiswa baru yang diterima melalui jalur mandiri ini dianggap tidak masuk akal, jika melihat dari keadaan yang kian melanda saat ini. Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang terbilang tinggi dari tahun ke tahun menjadi problematika yang dihadapi mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, hal ini masih belum bisa ditangani dengan baik dan selalu terulang tanpa ada penyelesaian yang pasti. Gerakan #kalijagamenggugat ini berhasil menembus 5.874 cuitan pada Kamis (04/6) malam.

Baca juga  DPRD Probolinggo Gelar Rapat Paripurna, Sekda Sampaikan Jawaban Bupati dan Bentuk Pansus Tiga Raperda

“Terlalu sibuk membangun institusi, lupa membangun kemanusiaan #kalijagamenggugat,” tulis akun @DidiMHadii. Jika kita telaah lebih lanjut, kemanusiaan kita itu sebetulnya akan normal-normal saja jika tidak ditumpangi oleh kepentingan politik, ekonomi, kekuasaan, dan lain sebagainya. Tetapi, ketika semua kepentingan itu telah terlanjur ditumpangi kepentingan elit politik, sama saja kita tidak bisa bersikap adil dan telah masuk pada jurang rasisme.

Sejumlah kekecewaan disampaikan oleh mahasiswa UIN Sunan Kalijaga atas penerapan DPI tersebut, hal ini juga disampaikan oleh salah satu akun atas nama @UINmenggugat, “Tujuan diterapkannya sistem UKT adalah untuk meringankan beban mahasiswa terhadap pembiayaan pendidikan. Ringan kok malah naik? Ra ngerti Corona po? #kalijagamenggugat #UINSuKapitalis.”

Baca juga  Ketua KPK Yang Baru, Fahri Hamzah; Hentikan Segala Kegiatan Politik

“Prof. Amin Abdullah, mantan rektor UIN YK 2005-2010, sosok yang paling berjasa merubah IAIN YK menjadi UIN, dan membangun UIN YK hingga menjadi kampus unggulan. Namanya terpampang jelas di gedung yang paling besar di UIN. Kami rindu sosok beliau! #kalijagamenggugat,” ucap @RaihanAkbarH1 pada akun Twitternya.

Adanya penambahan Dana Pengembangan Institusi ini menjadikan seluruh elemen mahasiswa bergabung untuk terus menggaungkan hastag #kalijagamenggugat dengan harapan para pejabat elit di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dapat melirik dan mempertimbangkan kembali kebijakan yang telah diputuskan tersebut. Namun, tidak ada yang pernah tahu bagaimana kelanjutan dari aksi virtual mahasiswa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *