PILIHANRAKYAT.ID, Iran-Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran sejak 1989, dilaporkan wafat pada akhir Februari 2026. Otoritas Iran mengumumkan masa berkabung nasional sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang selama lebih dari tiga dekade menjadi figur sentral dalam struktur kekuasaan negara tersebut.
Khamenei lahir di Mashhad pada 19 April 1939 dan tumbuh dalam keluarga ulama. Ia menempuh pendidikan agama di kota kelahirannya sebelum melanjutkan studi ke Qom. Namanya mulai dikenal luas saat terlibat dalam gerakan oposisi terhadap pemerintahan Shah, Mohammad Reza Pahlavi, yang berujung pada Revolusi Iran 1979.
Setelah revolusi, Khamenei dipercaya menduduki sejumlah jabatan penting. Ia menjabat sebagai Presiden Iran pada 1981–1989, di tengah situasi perang Iran-Irak yang membentuk arah kebijakan pertahanan dan keamanan negara. Posisi itu menjadi batu loncatan menuju jabatan tertinggi dalam sistem Republik Islam.
Sepeninggal Ruhollah Khomeini pada 1989, Majelis Ahli memilih Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi. Dalam struktur politik Iran, jabatan ini memiliki kewenangan luas, termasuk mengawasi militer, peradilan, serta menentukan garis besar kebijakan luar negeri dan keamanan nasional.
Selama masa kepemimpinannya, Iran memperluas pengaruh regionalnya di Timur Tengah sekaligus menghadapi tekanan internasional, terutama terkait program nuklir dan sanksi ekonomi. Di dalam negeri, pemerintahannya kerap diwarnai dinamika politik dan gelombang protes yang menjadi perhatian global.
Wafatnya Khamenei menandai berakhirnya satu era penting dalam sejarah Iran modern. Para pengamat menilai momen ini berpotensi menjadi titik krusial bagi arah politik Iran ke depan, termasuk proses penentuan pemimpin tertinggi berikutnya dalam sistem yang ia pimpin selama lebih dari 30 tahun.



