Daerah  

Banser Kraksaan Lepas Kepergian Tosari, Kader Telaten yang Wafat di Sungai Situbondo

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Hujan tipis masih menggantung di kebun ketika rombongan Banser Kraksaan tiba di pemakaman pada Sabtu siang, 6 Desember 2025. Di antara rimbun pohon pisang dan kopi, mereka mengelilingi makam Tosari kader Ansor yang dikenal telaten, disiplin, dan total dalam pengabdian. Doa dan tahlil mengalun perlahan, memecah kesunyian tanah merah yang baru digali.

Sebelumnya, pada Jum’at malam, jajaran PC Ansor Kraksaan sudah lebih dulu hadir di rumah duka. Rombongan itu dipimpin Sekretaris PC Ansor Kraksaan, And Rahman, yang datang menyampaikan belasungkawa, menguatkan keluarga almarhum, serta memimpin doa bersama. Kehadiran Ansor menjadi bentuk penghormatan awal setelah kabar duka menyebar.

Barisan Banser Kraksaan hadir di waktu terpisah, yakni keesokan harinya. Mereka bersilaturahmi ke rumah duka, lalu melanjutkan perjalanan menuju pemakaman untuk memberi penghormatan terakhir kepada sahabat mereka. Beberapa anggota Banser dari Krucil turut bergabung dalam prosesi tersebut, menandai kuatnya ikatan solidaritas lintas wilayah.

Baca juga  Muslimat Ucapkan Terima Kasih Ke Anisah Syakur

Di sisi makam, Eko Roby Wijaya, Kasatkorcab Banser Kota Kraksaan yang oleh anggotanya kerap dijuluki panglima tertinggi Banser Kraksaan, memimpin pembacaan tahlil. Suaranya pelan namun tegas, memandu barisan yang duduk bersila menghadap pusara Tosari.

Tosari meninggal pada Kamis, 4 Desember 2025, saat mandi di sebuah sungai di kawasan Situbondo. Kepergian mendadak itu mengejutkan kader-kader Ansor dan Banser, sebab almarhum dikenal sebagai sosok yang tidak pernah menolak tugas dan selalu hadir ketika dibutuhkan.

Upacara penghormatan berlangsung sederhana dan tahlil terus mengalun dalam suasana yang terjaga hening.

Baca juga  Krimor.Co

Eko Roby Wijaya menyebut sosok Tosari sebagai kader yang meninggalkan teladan kuat.

“Tosari itu kader yang tidak pernah menawar tugas. Apa pun penugasan yang diberikan, ia jalankan sampai tuntas,” ujar Eko.

“Kami kehilangan sahabat yang telaten, disiplin, dan ikhlas. Ia tidak banyak bicara, tapi kerjanya selalu tampak. Nilai-nilai itu akan kami jaga,” katanya.

“Semoga almarhum husnul khatimah. Semangat pengabdian yang ia tinggalkan akan menjadi teladan bagi kader muda.” harap Eko

Setelah rombongan pergi, pemakaman kembali sepi. Namun bagi keluarga besar Ansor dan Banser, jejak pengabdian Tosari tetap tertanam kuat sebuah warisan ketulusan yang tak lekang oleh waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *