Bersandar Kepada Allah & Menjalani Sunnatullah (Perlunya Iman & Ilmu)

- Advertisement -

Oleh: KH. Tauhidullah*

PILIHANRAKYAT.ID, Kraksaan-Merebaknya virus corona perlu sikap yang proporsional, seimbang, atau sikap tawasut. Sehingga tidak muncul dua sikap yang tidak bijak bahkan menyimpang dari agama.

Membenturkan antara agama dan medis merupakan sikap yang tidak benar. Dalam realitas kehidupan menghadapi corona ada yang cuek atau mengabaikan (bahkan kadang sikap tersebut dibungkus dengan alasan iman atau tawakkal) tanpa ada ikhtiyar berupa pencegahan.

Sebaliknya ada juga bersikap lebay panik dan takut berlebihan (paranoid). Keduanya merupakan sikap yang tidak benar.

Disinilah perlu dua perangkat, iman dan ilmu. Dengan Iman maka akan melahirkan ketenangan, dengan ilmu yang memadai (ilmu atau pemahaman agama yang benar & ilmu tentang medis /kesehatan) sehingga bisa bersikap bijak dan benar. Akan ada keimanan yang kuat disertai pemahaman tentang adanya hukum kausalitas (sebab akibat yang berlaku di dunia) atau hukum alam berupa ketetapan Allah (sunnatullah) yang berlaku di dunia, dengan keimanan dan pemahaman tersebut akan muncul sikap tenang, tidak panik, bersandar dan selalu berdoa kepada Allah, disertai sikap waspada, antisipasi dan ikhtiyar maksimal untuk mencegah dalam menghadapi epedemi virus corona.

Semua apa yang terjadi di alam semesta berada dibawah kendali Allah, tapi juga perlu dipahami bahwa ada hukum kausalitas atau hukum alam sebagai ketetapan Allah yang berlaku di alam semesta (sunatullah).

Dan inilah yang berlaku dalam kehidupan manusia secara umum. Karenanya rasul mengajarkan kita untuk mencegah tersebarnya Thoun.

Begitu juga Amirul mu’minin Umar ibn Khattab meninggalkan Syam dan kembali ke Madinah karena di Syam ada penyakit Tho’un. Demikian juga kebijakan sahabat nabi Amr Ibn Ash, bagaimana berikhtiyar secara lahiriyah dalam menanggulangi wabah penyakit (lihat beberapa hadis dan sejarah).

Baca juga  Pemuda Pondok Kelor Beraksi

Tidak cukup hanya berdoa dan berpangku tangan menunggu pertolongan Allah semata, dalam menanggulangi penyakit menular harus juga disertai dengan pencegahan dan langkah medis lainnya.

Dalam Hikam Ibn Athoillah menyebutkan tentang dua kedudukan manusia, ada maqam tajrid (tidak bergantung kepada hukum kausalitas, dan tidak perlu berikhtiyar secara lahiriyah), dan ini sangat sedikit. Ada juga maqam asbab (bergantung kepada hukum alam, dan perlu berikhtiyar).

Baca juga  Hubungan Habibie dan Pak Harto: Sisi Personal Politik Indonesia

Inilah yang berlaku pada umumnya manusia.

ارادتك التجريد مع إقامة الله إياك في الاسباب من الشهوة الخفية,
وإرادتك الاسباب مع اقامة الله اياك في التجريد إنحطاط عن الهمة العلية

“Keinginanmu berada dalam maqam tajrid padahal Allah menempatkanmu di maqam asbab itu termasuk syahwat yang samar, sedang kamu ingin maqam asbab padahal Allah menempatkanmu di maqam tajrid itu adalah penurunan dari cita luhur”

Syekh Said Rhamadhan Al Buthi juga menjelaskan:

إن الجواب يتلخص في أن التعامل مع الله إنما يكون بالانسجام مع أوامره والتعامل مع نظامه الذي أقام هذا الكون على أساسه. وقد أمرنا إذا جعنا أن نأكل، وإذا ظمئنا أن نشرب، وإذا مرضنا أن نبحث عن الدواء، وأن نأخذ حذرنا مما يبدو أنه سبب للآلام أو الهلاك أو الأسقام. ثم أمرنا أن نعلم علم اليقين أن لا فاعلية إلا لله، وأن لا تأثير إلا بحكم الله، وأن نعلم أن الله هو الخالق لكل شيء والآمر له بأداء الوظيفة التي وكلت إليه أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ

Baca juga  Ihsanudin Ucapkan Terima Kasih Tak Terhingga ke Dokter

Artinya, “Jawabannya dapat diringkas bahwa sikap kita terhadap Allah harus sesuai dengan perintah-Nya (taat dan beriman sepenuhnya kpd Allah) . Sedangkan sikap kita terhadap sunatullah harus sesuai dengan hukum-hukum alam yang ditetapkan oleh-Nya sebagai asas keteraturan alam. Allah memerintahkan kita untuk makan bila lapar, minum bila haus, mencari obat bila sakit, dan menjaga kesehatan serta waspada terhadap segala yang menyebabkan kita celaka dan sakit (termasuk waspada dan berikhtiyar dalam menanggulangi wabah corona) . Kemudian Allah juga memerintahkan kita untuk mengetahui dengan ilmul yakin bahwa tidak ada satupun yang berbuat sesuatu selain Allah, tiada sesuatu berpengaruh selain dengan sunatullah. Kita juga diperintahkan untuk meyakini bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dan memerintahkan segala sesuatu di alam ini untuk menjalankan tugas sesuai amanah yang dititipkan padanya sebagai firman Allah pada Surat Al-Araf ayat 54, ‘Ketahuilah, dia hanya milik-Nya segenap makhluk dan segenap urusan,’” (Lihat Syekh M Said Ramadhan Al-Buthi, Al-Hikam Al-Athaiyyah, Syarhun wa Tahlilun, Beirut, Darul Fikr Al-Muashir, 2003 M/ 1424 H, juz I, halaman 69-70)

Baca juga  Mengapa Orang Papua Marah Ke Pendatang?

Keseimbangan dalam bersikap sangat diperlukan agar kita tetap hidup tenang dan terhindar dari berbagai hal buruk. Semog Allah selalu meridhoi kita. Aamiin.

*Ibnu Badri Al Kraksaaniy.

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Bocil Top Up Voucher Game Online 800 RB; KPAI Serukan Lindungi Anak Dari Pengaruh Game Online

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Di media sosial (medsos) viral video diduga orang tua sedang memarahi kasir minimarket Indomaret karena anaknya...

Serangan Hamas Tewaskan 2 Warga Israel; PM Israel Murka

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Saling serang antara Israel dan kelompok Hamas di Gaza kian intens. Gempuran roket yang ditembakkan Hamas...

Kaukus Muda PPP: Penyerangan di Masjid Al Aqsha adalah Bentuk Kekejaman Negara Apartheid Israel

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Wakil Koordinator Nasional Kaukus Muda PPP Aas Subarkah mengutuk keras aksi pengusiran paksa warga Palestina di...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...