Corona, Jokowi dan Anies Baswedan Punya Strategi Sendiri

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Jokowi-Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Mempunyai visi-misi terkait virus corona. Pasalnya, keduanya masih salah diskordinasi. Strategi pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi bersinergis untuk menanggulangi virus corona, maka sangat cepat kemungkinan untuk mengatasi virus itu, sehingga masyarakat menemukan kenyamanan dalam hidup.

Sebelumnya, Pengamat Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Wasisto Raharjo Jati berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersinergi terhadap upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Meski dia soroti ada miskoordinasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Wasisto melihat Jokowi dan Anies Baswedan sama-sama memiliki misi mulia dalam membendung penyebaran virus corona.

Yang saya sesalkan itu ya respons dan perspektif Pemerintah Pusat dan daerah yang tidak segera tanggap soal bencana.

“Saya pikir ada semacam “kompetisi” antar keduanya dalam penanganan persoalan ini. Respons pemerintah pusat yang lamban soal corona kemudian ditangkap Anies tuk mengeluarkan kebijakan daerah. Sementara Anies sendiri buat kebijakan yang belum memerhatikan daya dukung personel yang kuat. Namun, sepertinya kedua sudah bersinergi” kata Wasis kepada Tagar, Sabtu, 21 Maret 2020.

Kendati demikian, dia juga menyoroti kebijakan Anies yang memberikan efek kejut kepada penduduk DKI. Di mana mantan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan (Mendikbud) itu mengurangi tranportasi umum secara ektrem, sehingga membuat masyarakat antre mengular pada hari pertama pemberlakuan kebijakan.

Baca juga  Asisi Saksi Pertemuan Tokoh Agama Dunia

“Harusnya dalam situasi saat ini ya angkutan umum ditambah, bukan dikurangi. Pembatasan angkutan di negara maju dilakukan karena pemerintahnya sudah mengeluarkan kebijakan social distancing jauh-jauh hari, sehingga secara bertahap mengurangi jumlah penumpang ke kantor atau sekolah,” ujarnya.

Kemudian, kebijakan tanpa melakukan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat juga dinilai belum diterapkan Pemprov DKI dan Pemerintah Pusat. Sehingga, masih banyak masyarakat yang belum paham betul apa konsep yang disodorkan para petinggi negara itu.

Baca juga  Ini Alasan Presiden Jokowi Menonjolkan 'Geng Solo'

“Pemerintah cenderung parsial dalam mengeluarkan kebijakan tanpa kasih sosialisasi tata tertib, misal jarak antre per penumpang minimal 1,5 meter dan pengaturan jarak per penumpang dalam angkutan,” kata pria kelahiran Yogyakarta ini.

Dia berpendapat, hingga kini masyarakat dan pemerintah belum kompak dalam memerangi Covid-19. Dia sangat menyayangkan, rakyat Indonesia bak menutup telinga, tak mengindahkan imbauan pemerintah terkait social distancing dan masih banyak hal yang lainnya.

“Nah yang bikin saya heran itu adalah tidak adanya sinergi pola pikir antara masyarakat dan pemerintah soal virus. Sementara masyarakat kita juga cenderung berpikir simpel dengan cuman pakai masker dan hand sanitizer sudah oke. Tapi itu kan hanya langkah preventif. Mereka masih cenderung cuek dan nurutin ego masing-masing,” ucapnya.

Baca juga  Cek Proyek Bandara JBS, Masyarakat Kecewa Gagal Ketemu Jokowi

Selain itu, dia pun menyoroti kebijakan yang ada di Tanah Air dalam menghadapi Covid-19 masih belum baik, menyoal informasi kesehatan bagi masyarakat.

“Masalahnya di Indonesia adalah, semua kebijakan itu serba campur aduk. Tidak ada semacam ukuran yang jelas kapan kebijakan ini berlaku atau ditambah levelnya. Hal lain yang saya soroti adalah tidak adanya layanan informasi kesehatan jelas di Tanah Air,” ujar Wasisto.

Di matanya, Anies Baswedan saat ini tidak sedang mencari momentum untuk menuju Pemilihan Presiden 2024. “Saya pikir juga tidak. Bicara pilpres saat ini juga tiada guna, karena semua perhatian tertuju pada persoalan virus,” ucapnya.

Pemerintah pusat dan daerah, kata dia, juga tidak responsif dalam menanggapi penanganan bencana nasional non-alam tersebut. “Yang saya sesalkan itu ya respons dan perspektif Pemerintah Pusat dan daerah yang tidak segera tanggap soal bencana. Mungkin karena selama ini kita terbiasa dengan penanganan bencana alam, jadi belum punya cukup perspektif soal bencana tak tampak seperti sekarang,” kata Wasisto. (Rifa’i/PR.ID)

Baca juga  Ihsanudin Ucapkan Terima Kasih Tak Terhingga ke Dokter
- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Louncing Buku “100 Pesantren Ekonomi”, Menag Minta Pesantren Harus Berinovasi

PILIHANRAKYAT, Jakarta- Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil meminta pesantren untuk berinovasi agar bisa beradaptasi dalam era perkembangan teknologi seperti sekarang...

ASN Perlu Terampil Di Era Transformasi

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Pelayanan publik di era transformasi digital membutuhkan dukungan peran aparatur sipil negara (ASN) yang...

Dorong SPKLU Jawa Tengah; 2022 PLN Siap Bangun 6 SPKLU

PILIHANRAKYAT.ID, Jawa Tengah- Pemerintah tengah mendorong pertumbuhan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di seluruh Indonesia. Tercatat...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...