PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprakirakan sejumlah wilayah Jawa Timur berpotensi mengalami angin kencang pada Sabtu, 12 September 2026. Kondisi tersebut perlu diwaspadai, terutama oleh masyarakat yang beraktivitas di wilayah terbuka dan pesisir.
Potensi angin kencang menjadi salah satu catatan BMKG dalam prospek cuaca ekstrem Jawa Timur. Masyarakat diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.
Ancaman cuaca juga datang dari wilayah perairan. BMKG memprakirakan angin di perairan Jawa Timur umumnya bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 10–29 knot.
Gelombang tinggi berpotensi terjadi di sejumlah perairan selatan Jawa Timur. Ketinggian gelombang diprakirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, terutama di perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, hingga Banyuwangi.
Sementara di perairan utara Jawa Timur, gelombang diprakirakan berada pada kisaran 1,25 hingga 2,5 meter. Wilayah yang terdampak antara lain perairan Tuban, Lamongan, Gresik bagian utara, Pasuruan, Probolinggo, serta Situbondo bagian barat.
Kondisi tersebut membuat aktivitas pelayaran perlu memperhitungkan perkembangan cuaca. Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, khususnya yang melintas di perairan selatan Jawa Timur, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan tinggi gelombang dan kecepatan angin.
BMKG menyatakan peringatan gelombang tinggi tersebut berlaku mulai Sabtu, 12 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga Selasa, 15 September 2026 pukul 07.00 WIB. Informasi dapat berubah mengikuti perkembangan kondisi atmosfer dan laut.
Masyarakat dapat memantau pembaruan prakiraan melalui kanal resmi BMKG. Kewaspadaan diperlukan karena cuaca dan kondisi gelombang dapat berubah dalam waktu relatif singkat.




