Di HSN ke-4, Kiai Tauhid; Bangsa Yang Jaya Terletak Pada Akhlak Mulia

- Advertisement -

PILIHANRAKYAT.ID, Kraksaan-Sebagai sebuah pesantren sudah seyogyanya mengadakan upacara Hari Santri Nasional (HSN) sebab semua itu sebagai bentuk untuk mengingat dan melanjutkan perjuangan para santri yang telah mendahulukan kita.

Pondok Pesantren Badridduja yang diasuh oleh kiai Tauhidullah Badri juga mengelar agenda-agenda untuk memperingati HSN yang ke-4. Mulai tanggal 20-22 Oktober 2019, Badridduja telah memulai agendanya dalam memperingati HSN. Agenda pertama adalah lomba tingkat yayasan Badridduja seperti buat puisi dan cerpen.

“Perayaan Hari Santri tahun ini cukup meriah dengan berbagai agenda,mullai tanggal 20-22 Oktober 2019. ungkap Sanusi selaku Sekretaris Yayasan Badridduja saat dihubungi oleh wartawan, Selasa, (22/10/2019).

Baca juga  Keharmonisan Sudah Dilakukan Oleh Calon Wakil Gubernur DKI Terhadap Anies

“pada tanggal 20 Oktober, acara lomba naskah puisi, dan cerpen tingkat Yayasan Badridduja, tanggal 21 acara dialog santri dengan tema “ Ada Apa Dengan Cinta”? dan pada hari puncaknya tanggal 22, upacara Hari Santri Nasional yang diikuti oleh semua santri dan jajaran pengasuh serta dewan guru Yayasan Badridduja” sambungnya.

Dalam perayaan HSN tahun ini, Kiai Tauhid menyinggung akan kejayaan suatu bangsa. Menurutnya, bangsa yang jaya tidak terlepas dari masyarakatnya yang merealisasikan akhlak mulia

“sesungguhnya kejayaan suatu umat (bangsa) terletak pada akhlaknya selagi mereka berakhlak dan berbudi mulia. Jika telah hilang (merosot) akhlaknya, maka sirnalah (hancur atau mundur) umat atau bangsa tersebut” tulis kiai Tauhid di Group Media WhatsApp Yayasan Badridduja seusai upacara Hari Santri Nasional, Selasa, 09.34 WIB (22/10/2019).

Baca juga  Viral Lewat Cerita Horor, Ternyata Desa Penari Ada di Ponorogo
Baca juga  Amien Rais - Ridwan Saidi Sama-sama Mengkritik Pemindahan Ibu Kota, Ini Sebabnya.

Dalam menghadapi segala tantangan, santri seharusnya tetap menampilkan wajah islam yang ramah sebab santri harus juga menjaga keutuhan NKRI.

“menghadapi tantangan kedepan santri tetap harus menebarkan wajah islam yang ramah, santun, damai bermanfaat bagi orang lain, toleran (tasamuh)” sambung Tauhid.

“Kiai dan santri juga harus menjadi garda terdepan dalam mempertahankan NKRI dan menjadikan NKRI yang maju, aman, damai, makmur dan sejahtera bahkan menjadi pelopor bagi perdamaian dunia” tambahnya. (Cipto/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Pratikno, Resmi Ganti Nama Tol Jakarta Cikampek II Menjadi MBZ

PILIHANRAKYAT.ID. Jakarta-Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) resmi berganti nama menjadi jalan tol layang Mohamed Bin Zayed, pada...

PSTI DIY Gelar Rakerda, LTAD Jadi Fokus Garapan

PILIHANRAKYAT.ID, Jogja – Pengurus Daerah Persatuan Sepaktakraw Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2021- 2025 terus bergerak. Setelah...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

250 Juta Harga Jabatan di Kudus

PILIHANRAKYAT.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya telah menangkap Bupati Kudus, Muhammad Tamzil terkait kasus “jual-beli Jabatan” terus menelusuri dan memeriksa sekda dan...