DPD PDIP Bali Tiup Lilin Bersama, Apakah Banyak Yang Terkena Covid-19?

- Advertisement -

PILIHABRAKYAT.ID, Bali-DPD PDI Bali melakukan acara sesi tiup lilin bersama hingga suap-suapan tumpeng dengan alat makan yang sama. Hal itu merupakan pelanggaran protokol kesehatan saat Pembatasan Beskala Besar (PSBB).

Akibat acara itu masih belum diketahui seberapa banyak orang yang terkena covid-19 atau berapa banyak orang yang sudah tertular Covid-19. Hal itu yang memicu netizen untuk menyoroti momen tersebut.

“Acara penyampaian terimakasih kepada penyelenggara Pilkada, KPUD, Bawaslu Daerah, Kapolda dan Pangdam atas penyelenggaraan Pilkada yang telah berjalan dengan lancar, aman, damai dan sukses dalam masa pandemi COVID-19,” ujar Koster yang juga Gubernur Bali pada Senin (25/1/2021).

Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Paru Indonesia (PDPI), dr Erlang Samoedro, SpP(K) menjelaskan risiko tiup lilin bersama sama saja dengan penularan COVID-19 yang terjadi saat batuk. “Sama saja berisiko tinggi terinfeksi, sama seperti batuk kan,” jelasnya saat dihubungi pada Senin (25/1/2021).

Baca juga  Banuayu

Meskipun misalnya orang-orang tersebut sudah dites Corona dan negatif, risiko penularan disebut dr Erlang masih ada. Terlebih perayaan dilakukan kumpul-kumpul dengan banyak orang.

“Iya gimana risiko tertular COVID-19 dari asimtomatik, bisa saja terpapar saat dia nggak menunjukkan gejala. Sudah dites bukan berarti bebas Corona, tesnya juga pakai tes apa dulu,” sebutnya.

Baca juga  Gerakan Kiri Islam

Patrick Kachur, professor of population and family health di Universitas Columbia menjelaskan risikonya bisa lebih tinggi dari seseorang yang berbicara biasa. Menurutnya, lebih baik hindari kegiatan seperti ini terlebih dahulu di masa pandemi Corona.

Baca juga  Istri Zul 'Zivilia' Menangis Histeris Saat Mendengar Tuntutan Jaksa

“Meniup lilin dapat mengeluarkan partikel virus, sama seperti bernapas, berbicara, bernyanyi, berteriak, batuk dan bersin, dan risiko penularan COVID-19 menjadi tinggi jika orang tersebut terinfeksi,” kata S Patrick Kachur.

Begitu pula dengan orang yang menggunakan alat makan bersama. Seseorang bisa tertular COVID-19 dari virus yang bisa menempel di peralatan makan tersebut.

Berdasarkan studi WHO, virus Corona bahkan dapat bertahan di plastik dan baja tahan karat hingga 72 jam. Maka dari itu, penting untuk selalu menjaga kebersihan pada alat makan sehingga tidak tertular dari peralatan atau permukaan yang terkontaminasi COVID-19.

(Rifa’i/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Vaksinasi Nasional Momentum Merajut Asa Pariwisata Indonesia

Saat ini semua sektor yang mendukung pariwisata, melakukan pembenahan diri. Seperti itulah kondisi yang...

Pemuda Desa Bragung Sumenep Temui Kepala Desa: Tanyakan Realisasi BUMDES Dan Antisipasi Kenakalan Remaja

PILIHANRAKYAT.ID, Sumenep-Pemuda yang tergolong dalam Solidaritas Pemuda Desa Bragung (SP2D) temui Latifah, Kepala Desa Bragung Kecamatan Guluk-Guluk...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

20 Besar Seyembara Buku Puisi HPI 2018

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Ketua Yayasan Hari Puisi (YHP) Maman S. Mahayana mewakili Dewan Juri yang lain hadir pada bincang-bincang Hari Puisi yakni Abdul Hadi...