Gus Dur: Ajak Seluruh Elemen Untuk Muhasabah Diri, Termasuk KPK

PILIHANRAKYAT.ID, Yogyakarta-Tanggal 1 Juni 2021 ini mengingatkan kita bahwa Pancasila diperingati hari kelahirannya yang ke-76. Hingga kini, Pancasila sebagai filsafat hidup berbangsa dan bernegara terkembang dalam gelombang sejarah yang unik, sehingga refleksinya selalu menarik perhatian.

Entah mengapa, isu yang muncul setiap kali menyambut hari lahir ataupun kesaktian Pancasila, selalu saja bernuansa politik, berkenaan dengan ideologi komunisme, kadang berbenturan dengan fundamentalisme agama khususnya Islam, dan berbagai wacana ideologis lainnya. Sementara di sisi lain, menghubungkan Pancasila dengan bidang kehidupan lainnya dari bangsa ini jauh lebih penting dan menarik, bukan.

Di peringatan hari Pancasila ini, penulis ingin kembali mengingatkan rentetan historis proses perjalanan para founding father dalam merumuskan konsensus falsafah dasar dalam berbangsa dan bernegara barangkali ada yang luput dari pemahaman kita tentang Kebhinekaan.

Baca juga  Dugaan Korupsi Dana Hibah Jatim Capai Triliunan, 21 Tersangka Sudah Ditetapkan KPK

Sebelumnya penulis mengajak kepada seluruh putra putri bangsa untuk kembali merefleksi sudahkah nilai nilai terkandung dalam pancasila terinternalisasi dalam diri kita, sudahkah Pancasila hadir dalam lingkup keluarga kita, sudahkah pancasila ditengah tengah masyarakat?sudahkah hadir dalam lembaga pendidikan kita, atau bahkan dalam lembaga pemerintah termasuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penulis begitu yakin jika Pancasila itu memang benar-benar teraktualisasi dalam perilaku seluruh putra putri Indonesia mungkin jerit tangis kemiskinan, kelaparan, ketidakadilan, kesenjangan, permusuhan, sangat sulit atau bahkan sedikit akan kita jumpai ditengah tengah masyarakat dan ini Perlu adanya Kesadaran Kolektif dari seluruh elemen tanpa terkecuali KPK.

Baca juga  Di Sidang Dana Hibah Jatim, Khofifah Bantah Terima Fee

Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini momentum untuk muhasabah diri sudah sejauh mana Pancasila hadir menjadi nilai yang substansial dalam kehidupan kita . Yang kedua Pancasila merupakan esensi tugas kesejarahan semua anak bangsa. Demi terciptanya peradaban yang bermartabat .

Terakhir saya menghimbau untuk tidak melupakan sejarah dan jangan sekali kali melupakan jasa para pahlawan sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai jasa pahlawan. Salam Pancasila untuk saudara sebangsa dan setanah air semua.

Abdurahman Wahid. Ketua Cabang PMII Bantul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *