PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta-Industri baja nasional dinilai kian kompetitif di tengah tekanan perdagangan global dan kelebihan pasokan baja dunia. Pemerintah menegaskan komitmennya memperkuat daya saing industri dalam negeri melalui kebijakan hilirisasi, perlindungan pasar domestik, serta percepatan transformasi menuju industri baja rendah karbon.
Dalam siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tertanggal 12 Februari 2026, disebutkan bahwa industri baja memiliki peran strategis dalam menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Sektor ini dinilai menjadi salah satu penopang utama manufaktur, terutama di tengah tantangan fluktuasi harga dan persaingan global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan sektor industri logam mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. “Pertumbuhan PDB sektor ini menembus angka 15,71 persen, melampaui rata-rata manufaktur dan PDB nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut Airlangga, capaian tersebut menunjukkan ketahanan industri baja nasional sekaligus menjadi modal untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong kebijakan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.
Selain hilirisasi, pemerintah juga menegaskan pentingnya perlindungan pasar domestik dari praktik perdagangan tidak adil. Langkah itu ditempuh untuk memastikan industri nasional tetap kompetitif di tengah derasnya arus impor dan kelebihan kapasitas produksi baja global.
Di sisi lain, transformasi menuju industri baja rendah karbon menjadi agenda prioritas. Pemerintah mendorong pelaku industri melakukan efisiensi energi dan adopsi teknologi ramah lingkungan sebagai bagian dari komitmen transisi energi dan target penurunan emisi nasional.
Dengan kombinasi kebijakan tersebut, pemerintah optimistis industri baja nasional dapat terus tumbuh berkelanjutan serta memperkuat struktur industri manufaktur Indonesia ke depan.




