Kebakaran Bromo Meluas, Area Terdampak Capai 520 Hektare

PILIHANRAKYAT.ID, Probolinggo-Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, meluas. Hingga Minggu, 9 Agustus 2026, Balai Besar TNBTS mencatat area yang terdampak kebakaran mencapai 520 hektare.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan angka tersebut meningkat dibandingkan pendataan sebelumnya yang mencapai sekitar 176 hektare.

“Tercatat hingga saat ini ada 520 hektare kawasan terdampak kebakaran,” kata Rudijanta di Gunung Bromo, Jawa Timur, Minggu, (09/08/2026)

Kebakaran terjadi di sejumlah bagian kawasan Bromo. Angin kencang yang berembus sejak Sabtu siang membuat api lebih cepat menjalar. Vegetasi berupa rerumputan yang mengering selama musim kemarau turut mempercepat penyebaran api.

Baca juga  Dubes RI Resmikan Asosiasi Pencak Silat Tunisia

Api juga dilaporkan melintasi Jalur Lingkar Kaldera Tengger dan merambat menuju kawasan savana Gunung Bromo.

Pemadaman dilakukan melalui dua jalur, yakni darat dan udara. Petugas gabungan melakukan penanganan dari sejumlah titik yang dapat dijangkau melalui jalur darat. Sementara area dengan medan sulit dijangkau dibantu operasi udara menggunakan helikopter.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan strategi pemadaman dilakukan dari darat hingga udara untuk mempercepat pengendalian kebakaran.

Medan terjal menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Karena itu, operasi udara digunakan untuk menjangkau titik-titik yang sulit dicapai petugas melalui jalur darat.

Kebakaran tersebut juga membuat pemerintah mengambil langkah lebih ketat terhadap aktivitas di kawasan konservasi. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Minggu meninjau langsung penanganan kebakaran bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak.

Baca juga  Polsek Mayangan Tangkap Penipu Ikan, Korban Rugi Rp110 Juta

Kementerian Kehutanan menyatakan penutupan sementara secara total kawasan TNBTS dilakukan menyusul kebakaran yang terjadi di kawasan tersebut.

Meski angka 520 hektare disebut sebagai luas area terdampak, angka tersebut tidak serta-merta berarti seluruh lahan seluas itu telah hangus. Pendataan area terdampak masih menjadi bagian dari proses penanganan kebakaran di lapangan.

Balai Besar TNBTS bersama unsur gabungan masih melakukan pemantauan dan pemadaman untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *