KEGAGALAN PEMERINTAH DALAM MENANGKAL RADIKAISME

- Advertisement -

Yogyakarta-Maraknya gerakan radikalisme di indonesia semakin tahun semakin meningkat. Hal itu menjadi anomali tersendiri baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Lalu dimana peran penegak hukum dalam menangani itu.?

Atas gagasan sederhana itu, kami Masyarakat Warung Kopi (MASKOP) menyelenggarakan Forum Grup Discussion (FGD) dengan tema, “Kegagalan Pemerintah Dalam Menangkal Radikalisme” yang diselenggarakan di ruang Pusat Study Pancasila Universitas Pembangunan Veteran Yogyakarta (PSP UPNVYK).

Dalam kesempatan ini, kami MASKOP merasa prihatin atas gerakan-gerakan radikal yang akhir-akhir ini mulai bermunculan kembali di Negeri ini. Setelah hampir dua tahun terakhir negara sedang dalam bencana besar Covid-19, menjelang info bencana besar itu mulai sedikit demi sedikit sirna, dengan seketika aksi teror dan pengeboman kembali muncul.

Masyarakat Warung Kopi (MASKOP) menyelenggarakan Forum Grup Discussion (FGD) di ruang Pusat Study Pancasila Universitas Pembangunan Veteran Yogyakarta (PSP UPNVYK).

Tentu, hal itu menjadi keresehan sekaligus ketakutan bagi masyarakat Indonesia, apalagi kejadian itu tidak hanya saat ini saja, selama 20 tahun terakhir, berdasarkan catatan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar menuturkan, setidaknya 2.000 orang telah ditangkap akibat tindakan terorisme. Hal itu menunjukkan bahwa terorisme di negeri ini semakin tahun semakin berkembang. Dan sampai hari ini belum ada penanganan serius yang dilakukan olehg pihak-pihak terkait.

Baca juga  Siswa Rindu Sekolah, Pemerintah Kebut Vaksinasi Guru
Baca juga  Teks Pidato Presiden Jokowi Dalam Sidang Tahunan MPR 2019

Miftahul Awal Rahma, Mahasiswa Sulawesi Selatan menuturkan, bahwa asyarakat sulawesi adalah masyarakat yang sangat kuat memegang teguh adat dan istiadat. Sehingga kejadian bom yang terjadi di Sulawesi 28 Maret kemaren, menjadi duka tersendiri bagi kami Mahasiswa Sulsel. 

“selain itu, minimnya pendidikan juga menjadi alasan kuat bagi masyarakat Sulsel itu sendiri,” imbuhnya.

Baca juga  Pilot Garuda Angkut Harley, Suami Iis Dahlia Kena Getahnya

“Sejauh ini, belum ada sosialisasi pencegahan tindakan radikalisme. Jika pun ada, itu hanya segelintir saja yang menerimanya. Itu sangat tragis apalagi kita sebagai orang daerah,” imbuhnya.

Dalam kegitan ini, juga dihadiri oleh Presiden Mahasiswa Se-Yogyakarta, UII, UIN-Suka, UMY, dan juga Kordinator Wilayah BEM Nusantara DIY, perwakilan mahasiswa Sulawesi Selatan, dan aktivis Gender.

(Red/PR.ID)

- Advertisement -
- Advertisment -

Berita Utama

Pratikno, Resmi Ganti Nama Tol Jakarta Cikampek II Menjadi MBZ

PILIHANRAKYAT.ID. Jakarta-Jalan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) resmi berganti nama menjadi jalan tol layang Mohamed Bin Zayed, pada...

PSTI DIY Gelar Rakerda, LTAD Jadi Fokus Garapan

PILIHANRAKYAT.ID, Jogja – Pengurus Daerah Persatuan Sepaktakraw Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2021- 2025 terus bergerak. Setelah...

Baca Juga

JAPFA Gencarkan Pariwisata Danau Toba di Pameran Food & Hotel Indonesia 2019

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta – Meriahkan festival makanan minuman bertaraf internasional, JAPFA sebagai perusahaan penyedia protein hewani hadir di pameran Food & Hotel Indonesia (FHI) 2019...

Usai Musibah, Kota Palu Jadi Sasaran Revitalisasi Sentra IKM

PILIHANRAKYAT.ID, Jakarta - Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya melakukan revitalisasi sentra industri kecil dan...

Kereta Api Pangandaran Diluncurkan untuk Mendukung Pariwisata

PILIHANRAKYAT.ID, BANJAR - Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum serta Direktur Utama KAI Edi Sukmoro meluncurkan PT KAI rute Kereta Pangandaran, relasi Banjar...

250 Juta Harga Jabatan di Kudus

PILIHANRAKYAT.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang sebelumnya telah menangkap Bupati Kudus, Muhammad Tamzil terkait kasus “jual-beli Jabatan” terus menelusuri dan memeriksa sekda dan...