Ketua Yayasan Hari Puisi: Selama Ini Kebudayaan Diartikan Secara Artifisial

0

PILIHANRAKYAT.ID, JAKARTA – Ketua Yayasan Hari Puisi, Maman S Mahayana menegaskan kembali bahwa, melalui puisi, bangsa Indonesia dapat mengobarkan gairah kebangsaan dan merayakan kebinekaan Indonesia. Dengan demikian, katanya, puisi akan menjadi sikap budaya dalam segala hal sebagai pilar dan dasar kebudayaan bangsa Indonesia.

“Selama ini kebudayaan diartikan secara artifisial, padahal lebih dari itu, kebudayaan sesungguhnya memiliki sesuatu yang lebih subtansial, yakni tentang sikap hidup dan norma sosial,”kata Maman pada press konference menjelang Puncak Perayaan HPI 2018 di Ruang Pusat Dokumen Satra (PDS), Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusa, Rabu (14/11/2018).

Baca juga  Presiden Jokowi: Inti Kebudayaan Adalah Kegembiraan

Perayaan Hari Puisi Indonesia tahun ini sudah memasuki tahun keenam sejak diselenggarakan pertama kali pada tanggal 25-29 Juli 2013 di Taman Ismail Marzuki. Secara konsisten, puncak perayaan HPI digelar di TIM oleh Yayasan Hari Puisi (YHP) yang tahun ini mengusung tema “Puisi sebagai Renjana dan Sikap Budaya”.

Maman menjelaskan tema tersebut dipilih untuk menegaskan bahwa sesungguhnya puisi telah memberikan spirit dan renjana bagi bangsa Indonesia sebagaimana tertuang dalam puisi besar bernama Soempah Pemuda.

Baca juga  Pameran Seni Rupa Virtual Dalam Rangka Sewindu AWCPH UI

“Tema ini bertujuan supaya bangsa Indonesia punya kesadaraan betapa pentingnya membangun bangsa dan negara ini dengan dasar kebudayaan, dan puisi sebagai pintu masuk sekaligus pintu keluar untuk memberikan penyadaran tersebut,” jelasnya.

“Kesadaran akan persatuan dan kesatuan bangsa, memperkuat makna toleransi, serta menutup tersebarnya ujaran kebencian. Nah, puisi merangkum itu semua, sehingga dapat dikatakan bahwa puisi adalah renjana sekaligus ruh kebudayaan itu sendiri,” imbuhnya.

Editor: Didik Hariyanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here