PILIHANRAKYAT.ID – “Lebih baik bekerja daripada membicarakan orang lain yang tidak ada gunanya.” Demikian mottoh hidup Ketua umum Jokowi-Ma’ruf Amin Centre (JMA Centre) H. Mularis Djahri, S.H. yang sosoknya dikenal sebagai pengusaha perkebunan sukses. Bagi Mularis, bekerja akan mendatangkan hasil sedangkan mengurus orang lain bisa jadi hanya kana menambah masalah.
Motto yang menjadi pegangan pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 08 Agustus 1964 itu terbukti telah mengantar dirinya pada tangga-tangga kesuksesan yang nyata di bidang usaha perkebunan yang kini juga meluas ke berbagai bidang usaha seperti kontraktor, penyewaan alat berat dan SPBU.
Barangkali belum banyak yang tahu jejak kehidupan Ketua Umum JMA Centre ini. Bagaimana ia bekerja keras untuk membangun usaha perkebunan dan pengolahan sawit hingga ia menjadi orang nomor satu di perusahaan bernama PT Campang Tiga itu.
Terasa benar, usaha dan kerja keras tidak mengkhianati hasil. Begitulah yang dialami dan dijalani Mularis yang kini menghibbahkah sebagian waktunya untuk memenangkan Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
Lahir Dari Keluarga Sederhana
Pria sejati berdarah Palembang ini lahir dari keluarga sederha pasangan H Djahri (almarhum) dan HJ Siti Aisyah (almarhumah). Menjalani masa kecil yang sederhana membuatnya tidak pernah menuliskan cita-cita menjadi seorang pengusaha sukses seperti yang disandangnya kini. Apalagi menerjunkan diri dalam dunia politik. Jika kini ia akrab dengan dunia politik, itu adalah panggilan nuraninya.
Sejak kecil ia terbiasa dengan kerasnya hidu yang mendorongnya untuk terus berjuang. Perjuangan itu ternyata menjelma kekuatan moral untuk terus menempa diri menjadi lebih kuat. Kerasnya hidup yang ia jalani pun telah membentuk karakter pribadinya menjadi tangguh dan tidak mudah menyerah.
Bagi suami dari Hj Farida ini, hidup adalah tantangan luar biasa yang harus dihadapi. Hidup baginya adalah perjuangan dan perjuangan membutuhkan pengorbanan. Karena itu, kata sukses yang dilekatkan kepada dirinya sama sekali tidak membuat dirinya sombong, justru ayah dari enam orang ini, senantiasa tetap rendah hati kepada siapa sajak.
Anak lelaki dari anggota Polri berpangkat Peltu ini mengenyam pendidikan awal di Sekolah Dasar Negeri No. 30 Palembang, tamat tahun 1976. Kemudian melanjutkan ke Sekolah Menengah Umum Tingkat Pertama Negeri XVI Palembang, tamat tahun 1980. Setelah Tamat dari Sekolah Menegah Umum Tingkat Atas Negeri 3 Palembang pada tahun 1982 ia mengukuti jejak orang tuanya masuk Secata Milsuk Polri.
“Itu saya lakukan atas dasar kekaguman akan almarhum ayah saya H Djahri yang merupakan anggota Polri berpangkat Peltu. Dan atas restu Ibunda almarhumah Hj Siti Aisyah akhirnya lulus dan jadilah Mularis polisi,” ungkap Mularis.
Simak:
- Maria Walanda Maramis, Tokoh Perempuan Berpengaruh Dari Minahasa
- Perjumpaan Kartini dengan Ajaran Islam Otentik
- Biografi Susi Pudjiastuti: Menteri Kelautan dan Perikanan Dengan Ijazah SMP
Ketika ia menjadi anggota polisi pun tetap tak terbersit dalam pikiran dan angannya untuk menjadi seorang pengusaha sukses seperti sekarang ini, apalagi mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Bumi Sriwijaya itu Periode 2013-2018 dari jalur independen atau nonpartai beberapa tahun silam.
Setelah bertugas sekitar 10 tahun, untuk meningkatkan karir di Polri, suami Hj Farida ini melanjutkan pendidikan Secaba Reguler Polri tahun 1992. Selain Pendidikan Khusus Secaba Reguler Polri, pada tahun 1994, ia juga berhasil menyelesaikan stuninya di Universitas Muhammadiyah Palembang Program Pendidikan S.1 Fakultas Hukum.
Soal pendidikan, Mularis sendiri dalah sosok yang tidak pernah melupakan perjalanan pendidikan yang ditempuhnya. Sebab, bagi dia, pendidikan merupakan hal yang mendasar dalam hidup ini untuk mencapai sukses yang dinikmatinya bersama keluarga saat ini.
Kepala Keluarga Sejati
Memilih menjadi laki-laki sejati atau atau kepala keluarga bertanggung jawab adalah jalan takdir Mularis. Pada mulanya –ini adalah pintu kesuksesan Mularis– lulusan Secaba Polri dengan pangkat sersan polisi ini tidak boleh tidak harus memenuhi seluruh kebutuhan keluarganya. Gaji yang diperolehnya sebagai sersan polisi, rupanya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan enam orang anak dan istrinya. Tidak ada jalan keluar bagi Mularis selain bekerja keras dan berupaya mencari usaha sampingan yang halal di luar jam dinasnya sebagai aparat penegak hukum.
Jalan pun terbuka, dengan pendapatan dari usaha sampingannya itu, sejak tahun 2003, Mularis mencoba secara bertahap membuka kebun sawit di tanah leluhurnya, Kecamatan Campang Tiga, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Niat baik, kerja tulus, dan doa yang ikhlas membuahkan hasil yang luar biasa. Atas keberhasilan itu, Mularis mantap dengan penuh keyakinan untuk pensiun dini ari dinas kepolisian dengan pangkat terakhir Sersan Kepal pada tahun 2005.
“Inilah saya dan berjuang dan perjuangan menjadi bagian dari kehidupan yang biasa kami lakukan bersama keluarga tercinta dirumah,” kata Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Sumatera Selatan periode 2015-2020 itu dalam sebuah waancara dengan para wartawan. (Untuk melihat keharmonisan keluarga Mularis lihat dokumentasi Foto yang redaksi didapatkan sebagaimana terlampir di akhir tulisan).
Kepala keluarga matang ini selain disayang keluarga, juga digandrungi oleh masyarakat Sulsel. Sebagai salah satu orang nomor wahid di daerahnya, warga masyarakat akbar memnaggilnya dengan panggilan “Kiai MD”. Panggilan kiai ini adalah panggilan untuk menghormati orang yang dituakan dan didengar petuahnya.
Pangkat Kopral Rezeki Jenderal
Waktu berlalu, belasan tahun sudah Mularis tidak menggunakan seragam aparat hukum, melainkan seragam perusahaan yang dipimpinnya. Wajar, bila saat ini terkesan orang-orang lupa bahwa Mularis adalah pensiunan polisi yang merintis karir dengan pangkat satu balok merah merupakan paling rendah di institusi kepolisian itu, karena “terbius” dengan kedudukannya sebagai Direktur Utama PT Campang Tiga yang kantornya terpusat di Palembang.
Meskipun “sang Kopral” telah sukses menjadi seorang pengusaha dan memiliki rezeki layaknya seorang jenderal, Mularis tetap merasa dirinya sebagai orang kecil. Kebiasaan “nongkrong”-nya pun di warung emperan untuk sarapan pagi hingga makan siang, tidak pernah dihilangkannya di sela-sela kesibukannya memimpin perusahaan yang kini meluas ke berbagai bidang usaha seperti industri pabrik kelapa sawit, beberapa unit SPBU serta merentalkan kendaraan dan alat berat.
“Kesuksesan ini bukan diraih dengan mudah, kuncinya terus berjuang dan perjuangan akan menghasilkan kegagalan dan keberhasilan. Jangan takut gagal atau justru kalah dalam kegagalan,” ungkap pria yang memiliki sapaan akrab Khiyai ini suatu ketika.
Jadi, Jabatan sebagai orang nomor satu di perusahaan perkebunan dan pengelolaan kelapa sawit sejak 2003-sekarang ini tidak serta merta dipegang Mularis dengan mudah dan semudah membalikan telapak tangan.
Inspirasi Sukses Direktur Merakyat
Ketua Umum JMA Centre dalam sebuah wawancara mengisahkan bagaimana kesuksesan bisa disandangnya kini. Di dalam kamus Mularis tidak kata “beruntung” atau “keburuntungan”. Baginya, untuk mencapai kesuksesan adalah kerja keras dan kerja keras. “Kalau berbicara beruntung atau keberuntungan tentu saja itu bukan saya. Meniti karier dan membangun usaha dari nol baru tepat,” kata Mularis.
“Saya orang biasa yang terus bermimpi dan mewujudkannya jadi kenyataan,” tegasnya.
Sosok merakyat dan dekat dengan kalangan pejabat baik pemerintahan, TNI, Polri dan tokoh masyarakat di Sumsel ini dapat menginspirasi masyarakat secara lebih luas. “Artinya jangan berhenti bermimpi, bertindak, berjuang sampai hasilnya menjadi kenyataan,” pesan Mularis kepada generasi bangsa ini.
Sukses Buka Lapangan Kerja
Sebagai Direktur Utama PT Campang Tiga yang bekerja pada sektor perkebunan, konstruksi, penyewaan alat berat, dan SPBU, Mularis terbilang sukses dalam membuka lapangan pekerjaan untuk orang yang tergolong tidak sedikit. Campang Tiga sendiri adalah nama desa yang suku aslinya Komering. Dari dulu Mularis bertekad memajukan warga yang berada tinggal disana
Tanpa melibatkan investor asing di perusahaan dalam program corporate social responsibility. Untuk sektor perkebunan, PT Campang Tiga sendiri adalah holding company group dari 3 anak perusahaan perkebunan kelapa sawit. Dalam sektor konstruksi, sudah lebih dari 15 tahun lebih perusahaan ini membangung jalan, jembatan, perumahan dan perangkat desa. Pada usaha SPBU, ada dua yang sudah beroperasional. Di arah lintas timur, Sungai lilin dan satu lagi dalam tahap proses pembangunan.
Politik Medium Perjuangan
Sejak Mularis terpilih sebagai Ketua DPD Partai Hanura Sumsel periode 2015-2020 pada Musda ke-2 di Hotel Aston Palembang, Rabu (23/12/2015) silam, ia bertekag untuk mencapai visi dan misi yang telah ia cetuskan.
Visinya antara lain mewujudkan kebesaran Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) sebagai partai politik modern yang demokratis, mandiri, terbuka dan berbermartabat sehingga menjadi partai pilihan rakyat yang mampu berperan aktif dalam mengembangkab kehidupan demokrasi di Sumsel.
Adapun Misi Mularis ialah membangun kemandirian dan kewibawaan Dewan Pimpinan Daerah dan Dewan Pimpinan Cabang Partai sehingga menempatkan Partai Habura sebagai partai yang berperan aktif dalam dinamuka kehidupab politik daerah.
Lalu membangun SDM partai yang handal, bertakwa, jujur, berani dan bertanggungjawab sehingga dapat menjamin ketersediaan kader-kader partai yang siap menempati posisi-posisi strategis di segenap aspek kehidupan masyarakat dan bernegara.
Mengembangkan pemikiran-pemikiran parrai terhadap isu-isu aktual dalam masyarakat dengan kearifan lokal dan hati nurani. Sehingga memperkuat citra partai sebagai pilihan utama penyalur aspirasi rakyat. Mewujudkan peningkatan peran dan fungsi kader yang kuat pada lembaga perwakilan sebagai sarana memperjuangkan kesejahteraan rakyat. Serta membangun komunikasi yang baik dan saling menguntungkan antara partai dengan semua kekuatan dalam masyarakat untuk pemenangan partai dalam setiap pemilihan.
Baca Juga:
- Ini Pesan Kiai Ma’ruf Kepada Relawan yang Akan Memenangkannya
- Budi Karya Bakal Ajak Jokowi Keliling Masjid, MCM Siap Menangkan Capres 01
- JMA Centre Sampaikan Duka Mendalam Atas Tsunami yang Menerjang Banten dan Lampung
Lampiran: Potret Kemesraan Kiai MD Bersa Istri:
![]() |
| Potret Kemesraan Ketua umum Jokowi-Ma’ruf Amin Centre (JMA Centre) H. Mularis Djahri, S.H. bersama sang istri Hj Farida. (Foto: Dok. Keluarga) |
![]() |
| Potret Kemesraan Ketua umum Jokowi-Ma’ruf Amin Centre (JMA Centre) H. Mularis Djahri, S.H. bersama sang istri Hj Farida. (Foto: Dok. Keluarga) |
![]() |
| Potret Kemesraan Ketua umum Jokowi-Ma’ruf Amin Centre (JMA Centre) H. Mularis Djahri, S.H. bersama sang istri Hj Farida. (Foto: Dok. Keluarga) |
![]() |
| Potret Kemesraan Ketua umum Jokowi-Ma’ruf Amin Centre (JMA Centre) H. Mularis Djahri, S.H. bersama sang istri Hj Farida. (Foto: Dok. Keluarga) |
![]() |
| Potret Kemesraan Ketua umum Jokowi-Ma’ruf Amin Centre (JMA Centre) H. Mularis Djahri, S.H. bersama sang istri Hj Farida. (Foto: Dok. Keluarga) |
![]() |
| Potret Kemesraan Ketua umum Jokowi-Ma’ruf Amin Centre (JMA Centre) H. Mularis Djahri, S.H. bersama sang istri Hj Farida. (Foto: Dok. Keluarga) |
Penulis: Mugi Riskiana
Editor: Hatim S.











